Laut Cina Selatan: Cina dan Filipina di Jalur Konfrontasi
Kedua negara masih bermesraan awal tahun ini. Namun relasi berubah pahit, ketika Filipina mulai mendekat ke AS. Akibatnya, Cina memutar…
"Harus dijelaskan secara utuh dimensi regional dan global dari konflik tersebut."
Solusi terhambat sikap Beijing
"Di atas kertas, solusinya mudah," kata Hayton. Karena semua klaim historis oleh semua negara yang bertikai dipenuhi keraguan, maka semua pihak harus menyepakati status quo, di mana pulau-pulau yang sudah diduduki tidak akan dikembalikan.
Adapun masalah soal hak penangkapan ikan atau eksploitasi sumber daya alam, bisa dinegosiasikan menurut "Konfensi Hukum Laut Internasional PBB" atau UNCLOS.
"Faktor terbesar yang menghalangi solusi tersebut adalah Cina sendiri", lanjut Hayton. "Cina bermanuver dengan narasi historis yang kurang bijak, bahwa Cina memiliki seluruh Laut Cina Selatan, meski banyak fakta yang berkata sebaliknya."
Bahwa Cina tidak mengendurkan sikap, terlihat jelas dari jawaban Kedutaan Besar Cina di Jerman atas pertanyaan DW.
"Saya ingin tegaskan, bahwa Gosong Thomas Kedua termasuk wilayah kedaulatan Cina. Penempatan kapal perang Filipina di wilayah tersebut sebabnya melawan hukum dan melanggar keutuhan teritorial Cina."
rzn/as
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bdeutsche-welle67184536_403.jpg.jpg)