Senin, 27 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Serangan Israel Menyasar Sekolah di Gaza: 20 Orang Tewas

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sekolah tersebut sedianya sedang digunakan sebagai kamp pengungsi.

Editor: Erik S
AFP/MOMEN AL-HALABI
Seekor kuda mati tergeletak di tanah ketika orang-orang berkumpul di sekitar ambulans yang rusak akibat serangan Israel yang dilaporkan di depan rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada 3 November 2023, ketika pertempuran antara Israel dan gerakan Hamas Palestina terus berlanjut. Menurut kepala layanan pers pemerintah Hamas, serangan tersebut menargetkan "konvoi ambulans yang sedang bersiap untuk mengangkut orang-orang yang terluka dari rumah sakit Al-Shifa" ke perbatasan dengan Mesir. Beberapa orang tewas dan terluka dalam serangan tersebut. (Photo by MOMEN AL-HALABI / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, GAZA-  Sedikitnya 20 orang tewas akibat serangan Israel yang mengenai sekolah di utara Kota Gaza, Sabtu (4/11/2023).

Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas pada Sabtu (4/11/2023) pagi, melaporkan sekolah tersebut sedianya sedang digunakan sebagai kamp pengungsi.

"20 syuhada dan puluhan orang terluka tiba di rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza setelah penargetan langsung terhadap sebuah sekolah yang dipakai menjadi kamp darurat bagi para pengungsi di daerah al-Saftawy di Gaza utara," kata Kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Negara-Negara Arab Mulai Gerah ke Israel, Giliran Aljazair Kirim Sinyal Gabung Perang di Gaza

"Beberapa peluru mortir tank jatuh ke sekolah yang menjadi sasaran langsung," tambahnya, dikutip dari AFP.

Hingga berita ini tayang, belum ada konfirmasi langsung dari pihak Israel tentang serangan yang mengenai sekolah di Gaza tersebut.

Serangan ke ambulans

Yang pasti, Militer Israel pada Sabtu mengonfirmasi serangan udara terhadap konvoi ambulans di luar rumah sakit Al Shifa di Gaza.

Mereka berdalih ambulans tersebut digunakan oleh pasukan Hamas di dekat posisi mereka di zona pertempuran.

Dikatakan, sejumlah pejuang Hamas tewas dalam serangan itu dan menuduh kelompok tersebut memindahkan anggota dan senjatanya dengan ambulans.

Baca juga: Israel Tolak Seruan AS soal Jeda Kemanusiaan di Gaza, Minta Sandera Dibebaskan Dulu oleh Hamas

Sementara, Hamas membantah bahwa pasukannya berada di dalam kendaraan tersebut.

Israel sendiri tidak memberikan bukti yang mendukung pernyataan mereka bahwa ambulans itu ada hubungannya dengan Hamas.

Sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku sangat terkejut dengan laporan serangan terhadap ambulans yang mengevakuasi pasien.

Dalam sebuah posting di media sosial, dia menambahkan bahwa pasien, petugas kesehatan, dan fasilitas medis harus dilindungi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved