Selasa, 28 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Separah Apa Kerusakan Berbagai Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Gegara Serangan Iran? 

Hal yang menarik, Pangkalan Pangeran Sultan milik AS di Arab Saudi muncul sebagai titik fokus gelombang serangan balasan Iran tersebut.

Tayang:
HO/IST/Tangkap Layar/Media sosial
HANCUR - Media Iran menampilkan citra satelit pesawat AWACS E-3G Sentry Angkatan Udara AS yang hancur di Pangkalan Udara Pangeran Sultan Arab Saudi sebelum dan sesudah serangan Iran pada 27 Maret. 

Separah Apa Kerusakan Berbagai Pangkalan Militer AS Gegara Serangan Iran

TRIBUNNEWS.COM - Jumlah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang menjadi sasaran serangan Iran terus dilaporkan meningkat.

Pihak Washington pun mengakui adanya serangan di berbagai negara, khususnya di wilayah Timur Tengah.

Sumber militer dan media Iran menyebutkan jumlah pangkalan yang menjadi sasaran lebih dari selusin, namun Pentagon tampaknya berusaha keras untuk menyembunyikan kerusakan-kerusakan tersebut.

Baca juga: Warga Iran Kumpul di Isfahan Peringati Kegagalan Operation Eagle Claw Amerika Serikat

Beberapa jam setelah AS meluncurkan 'Operasi Epic Fury' pada 28 Februari, Iran melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika di seluruh Timur Tengah, di mana para pejabat AS mengkonfirmasi semakin banyaknya lokasi yang dihantam rudal Iran.

Hal yang menarik, Pangkalan Pangeran Sultan milik AS di Arab Saudi muncul sebagai titik fokus gelombang serangan balasan Iran tersebut.

"Di balik tabir sensor, semakin jelas bahwa kerusakannya mungkin jauh lebih parah daripada yang diakui Pentagon," tuli ulasan RT, Minggu (26/4/2026) membahas soal dampak serangan Iran ke pangkalan-pangkalan militer AS di berbagai wilayah di Asia Barat.

AS Mengecilkan Skala Kerusakan Dampak Serangan Iran

Kerusakan yang diderita pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah "jauh lebih buruk" daripada yang diklaim oleh Presiden AS Donald Trump dan Pentagon, dan akan "menelan biaya miliaran dolar untuk memperbaikinya," demikian laporan NBC News pada 25 April, mengutip beberapa pejabat Amerika.

Menurut sumber-sumber tersebut, pembalasan Iran atas serangan awal AS-Israel membuat Teheran menyerang puluhan target di berbagai fasilitas AS di tujuh negara Timur Tengah.

Mulai dari gudang, markas komando, hanggar pesawat, infrastruktur komunikasi satelit, landasan pacu, sistem radar canggih, dan puluhan pesawat milik AS menjadi sasaran serangan Iran.

Pada awal konflik, sebuah jet tempur F-5 Iran membom Kamp Buehring di Kuwait, menandai pertama kalinya dalam beberapa tahun pangkalan AS dihantam oleh pesawat sayap tetap musuh, menurut para pejabat.

AS Perintahkan Penangguhan Publikasi Citra Satelit

Pada pertengahan Maret, perusahaan Planet Labs yang berbasis di California, platform penyedia akses ke citra satelit untuk pemerintah dan bisnis, memperpanjang penangguhan menjadi 14 hari untuk mencegah penggunaan oleh "aktor-aktor yang bermusuhan" dengan Washington.

Pada tanggal 5 April, Bloomberg melaporkan kalau pemerintahan Trump meminta perusahaan tersebut, bersama dengan beberapa perusahaan lain yang bekerja di sektor tersebut, untuk "secara sukarela menahan gambar-gambar dari area-area penting yang telah ditentukan karena konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah."

Beberapa gambar Planet Labs yang dibagikan secara online memperlihatkan kerusakan pada situs-situs militer AS.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved