Kamis, 7 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Umumkan 13 Orang Tewas Buntut Israel Serang RS Al-Shifa

13 orang tewas usai Hamas mengumumkan adanya serangan di RS Al-Shifa oleh Israel, Jumat (10/11/2023).

Tayang:
Editor: Daryono
Bashar TALEB / AFP
Pemandangan udara menunjukkan kompleks rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada 7 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. 13 orang tewas usai Hamas mengumumkan adanya serangan di RS Al-Shifa oleh Israel, Jumat (10/11/2023). 

TRIBUNNEWS.COM - Serangan udara Israel di kompleks RS Al-Shifa di Gaza telah menewaskan 13 orang pada Jumat (10/11/2023).

Dikutip dari AP, organisasi militan Palestina, Hamas melaporkan beberapa rumah sakit di Gaza juga digempur serangan udara dari Israel.

"Tiga belas orang martir dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan di kompleks Al-Shifa hari ini," demikian pernyataan dari Hamas.

Sementara menurut kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan adapula laporan beberapa orang tewas dan luka-luka buntut serangan udara Israel ke RS Al-Shifa.

WAFA melaporkan serangan tersebut terjadi beebrapa jam setelah militer Israel menggempur halaman RS Al-Shifa.

Di sisi lain, dikutip dari Aljazeera, Direktur RS Al-Shifa Abu Salmiya mengungkapkan pada Jumat pagi setidaknya ada enam orang tewas akibat serangan Israel ke RS Al-Shifa.

Baca juga: Fatwa MUI: Haram Beli Produk Pendukung Agresi Israel ke Palestina

Almiya melaporkan bahwa militer Israel terus menggempur kawasan dekat RS Al-Shifa.

"Hal ini menimbulkan banyak korban jiwa, termasuk luka kritis. Bisa terjadi pembantaian di tempat ini karena banyaknya orang di kompleks ini," katanya.

RS Indonesia Dibombardir Israel

Warga Palestina berdiri di luar Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia di Jalur Gaza utara pada 13 Januari 2016.
Warga Palestina berdiri di luar Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia di Jalur Gaza utara pada 13 Januari 2016. (MOHAMMED ABED / AFP)

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia juga melaporkan adanya serangan dari Israel yang mengakibatkan RS Indonesia yang berada di utara Gaza mengalami kerusakan.

"Indonesia sekali lagi mengutuk serangan biadab terhadap warga sipil dan objek sipil, terutama fasilitas kemanusiaan di Gaza," kata Kemlu Indonesia.

Direktur RS Indonesia, Atef Al-Kahlout mengatakan bahwa rudal yang merusak RS Indonesia adalah peluru kendali.

"Biarkan dunia menjadi saksi mengenai target pendudukan. Dalam 24 jam, rumah sakit akan berhenti melakukan pelayanan medis."

"Tampaknya pasukan Israel tidak senang dengan kegigihan RS Indonesia maupun ketabahan dari warga utara Gaza.

Baca juga: Jumlah Korban Perang Israel-Hamas, 10.812 Warga Palestina Tewas, di Antaranya 4.412 Anak-anak

Di sisi lain, Direktur Human Rights Watch Israel dan Palestina, Omar Shakir menyatakan dalam akun media sosialnya bahwa kawasan fasilitas medis harus dilindungi dan tidak ada serangan yang dilancarkan ke tempat itu.

Sebagai informasi serangan Israel ke RS Al-Shifa dan RS Indonesia bukanlah yang pertama kalinya dilakukan sejak perang dengan Hamas pecah pada 7 Oktober 2023 lalu.

Pada pekan lalu, militer Israel melakukan penyerangan terhadap sebuah ambulans sehingga mengakibatkan 15 orang tewas.

Sementara pada Senin (6/10/2023), Al Jazeera dan media Palestina melaporkan bahwa militer Israel menggempur panel surya untuk kebutuhan listrik dan medis tetapi dibantah oleh pemerintah Israel.

Bantahan militer Israel itu pun dibuktikan lewat rilis foto, ilustrasi peta dan rekaman suara yang menurutnya justru menunjukan Hamas yang menggunakan fasilitas tersebut untuk merencanakan operasi dan menyembunyikan tentara.

"Hamas beroperasi di bawah RS Al Shifa dan rumah sakit lain di Gaza," kata juru bicara militer Israel, Daniel Hagari.

Hamas, otoritas kesehatan, dan pejabat Rumah Sakit Al-Shifa membantah bahwa kelompok bersenjata bersembunyi di dalam atau di bawah kompleks rumah sakit tersebut.

Di sisi lain, militer Israel telah berulang kali memerintahkan untuk dilakukan evakuasi di rumah sakit tersebut, sehingga justru memicu kecaman dari kelompok kemanusiaan yang mengatakan fasilitas medis harus terhindar dari segala pertempuran.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Artikel lain terkait Konflik Palestina vs Israel

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved