Senin, 4 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Sulit Kalahkan Rusia, Zelensky Akui Sekutu Patah Semangat

Presiden Ukraina Zelensky mengakui sekutunya mulai patah semangat karena Ukraina sulit mengalahkan Rusia dalam serangan balasan.

Tayang:
Editor: Sri Juliati
SERGEI SUPINSKY / AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberi isyarat selama konferensi pers bersama dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel (tidak dalam gambar) dan Presiden Moldova Maia Sandu (tidak dalam gambar) setelah pembicaraan mereka di Kyiv pada tanggal 23 November 2023, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengakui kurangnya kemajuan yang diraih pasukan Ukraina di medan perang telah mematahkan semangat beberapa sekutunya.

Menurut Zelensky, beberapa dari mereka mulai ragu apakah Ukraina bisa mengusir pasukan Rusia.

"Kami membutuhkan hasil yang lebih sukses di medan perang," kata Zelensky kepada Jerome Starkey dari The Sun dalam wawancara di markas besar Ukraina di Kyiv, Selasa (21/11/2023).

Pemimpin Ukraina itu menyangkal klaim Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Valeriy Zaluzhny, pada bulan lalu yang mengatakan Ukraina menemui jalan buntu.

Selama berada di Ukraina, kata Zelensky, mereka tidak menemui jalan buntu.

Baca juga: Ukraina Semakin Terdesak, Presiden Zelensky Justru Pecah Dengan Panglima Perang

Zelensky menyoroti kurangnya pertahanan udara Ukraina, sehingga tidak bisa melawan Rusia secara maksimal.

"Bagaimana cara bergerak maju ketika Anda tidak bisa mengendalikan langit?" kata Zelensky.

Pada Juni 2023, Ukraina memulai serangan balasan terhadap Rusia melalui jalur darat.

Meski jalur darat tidak membuahkan hasil yang baik, Zelensky mengklaim serangan jalur laut berhasil memukul mundur Rusia.

"Kami benar-benar menghancurkan sebagian armada Rusia," kata Zelensky.

"Kami berhasil memindahkannya. Mereka (Rusia) tidak memiliki pengaruh total terhadap wilayah Laut Hitam," tambahnya.

Meski Lelah Perang, Zelensky Tak Ingin Ukraina Mundur

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berjabat tangan dengan tentara Ukraina pada Hari Pasukan Roket dan Artileri serta Hari Pasukan Teknik pada 3 Oktober 2023 di lokasi yang dirahasiakan. Pada hari yang sama, rudal Rusia menghantam tentara Ukraina yang melakukan upacara di Zaporizhzhia, yang merupakan garis depan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berjabat tangan dengan tentara Ukraina pada Hari Pasukan Roket dan Artileri serta Hari Pasukan Teknik pada 3 Oktober 2023 di lokasi yang dirahasiakan. Pada hari yang sama, rudal Rusia menghantam tentara Ukraina yang melakukan upacara di Zaporizhzhia, yang merupakan garis depan. (Facebook/Menhan Ukraina Rustem Umerov)

Baca juga: Lolos dari Upaya Pembunuhan, Zelensky: Operasi Maidan 3, Rusia akan Kudeta Ukraina

Zelensky mengatakan masyarakat Ukraina sudah bosan dan lelah dengan perang.

Namun, ia tidak ingin menuntut perdamaian dengan negosiasi dengan Rusia.

“Kami tidak yakin Putin atau Rusia, kami tidak yakin mereka ingin mengakhiri perang. Mereka ingin membunuh kita. Dan kami menginginkan keadilan," kata Zelensky.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved