Senin, 8 Juni 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Lagi, Israel Paksa Warga Palestina Hancurkan Sendiri Rumah Mereka

Warga Palestina di Kota Sura Baher dipaksa oleh Israel untuk menghancurkan sendiri rumahnya.

Tayang:
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Nuryanti
AHMAD GHARABLI / AFP
Seorang warga Palestina mengecek puing-puing rumah yang dihancurkan oleh pemerintah Israel di Yerusalem Timur, (10/5/2023). 

Aksi Israel itu tidak diakui atau dibenarkan oleh masyarakat internasional.

Menurut hukum internasional, Tepi Barat dan Yerusalem timur berstatus sebagai wilayah yang diduduki. Semua bangunan orang Yahudi di sana juga dianggap ilegal.

Baca juga: Rumah Imam Besar Masjid Al Aqsa Sheikh Sabri Mau Dibongkar Israel: Dianggap Bangunan Ilegal

Sementara itu, dikutip dari FT, jumlah rumah warga Palestina di Yerusalem Timur yang dihancurkan melonjak sejak Benjamin Netanyahu berkuasa sebagai Perdana Menteri Israel pada Desember 2022.

Aksi penghancuran itu juga disuarakan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang dikenal sebagai politikus sayap kanan.

Diperkirakan ada lebih dari 20.000 rumah warga Palestina yang dibangun tanpa izin dari pemerintah Israel.

“Mereka tidak ingin kami berada di sini,” kata Rateb Matar, salah satu warga yang rumahnya dihancurkan tahun ini.

Matar mengatakan Israel mempersulit izin pendirian bangunan.

Dia menyebut sudah mengajukan izin pembangunan tahun 2005 silam. Namun, izin tak kunjung keluar sehingga nekat membangun rumah.

Baca juga: Israel akan Buru Hamas di Luar Negeri, Shin Bet Siap Ulangi Operasi Munich

Matar selanjutnya menerima perintah penghancuran. Pada bulan Januari 2023 otoritas Israel datang untuk menghancurkan rumahnya.

Dia juga diwajibkan membayar sejumlah biaya. Aktivis menyebut biaya seperti itu bisa mencapai $20.000 atau sekitar Rp309 juta.

Info terbaru perang di Gaza: Korban jiwa tembus 15.500 orang

Jumlah korban jiwa akibat serangan Israel di Gaza telah menembus angka 15.500.

“Jumlah korban agresi Israel telah mencapai 15.523 orang. Setidaknya ada 41.316 orang yang terluka,” kata juru bicara Kemeterian Kesehatan (Kemenkes) Palestina, Ashraf al-Qudra, dalam unggahan di akun Facebook kementerian itu.

Menurut catatan Kemenkes Palestina, sudah ada 291 tenaga kesehatan yang tewas.

Adapun jumlah ambulans yang hancur mencapai 59 unit. Selain itu, ada 56 fasilitas kesehatan yang rusak sejak perang meletus.

Baca juga: 60 Tentara Israel Disergap Hamas, Beberapa Tewas hingga Terluka, Melarikan Diri Ditembak

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved