Minggu, 31 Agustus 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Kabinet Perang Israel dan Elit Militer Mulai Terpecah, Netanyahu Sampai Batalkan Pertemuan

Kabinet Perang Israel dan elit militer mulai terpecah, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sampai membatalkan pertemuan.

Ohad Zwigenberg / POOL / AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memimpin rapat kabinet di pangkalan militer Kirya, yang menampung Kementerian Pertahanan Israel, di Tel Aviv pada 24 Desember 2023. - Kabinet Perang Israel dan elit militer mulai terpecah, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sampai membatalkan pertemuan. 

TRIBUNNEWS.COM - Kabinet Perang Israel dan elit militer mulai terpecah. Hal ini membuat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sampai membatalkan pertemuan.

Dikutip dari kanal YouTube Al Jazeera English, Kabinet Perang Israel dijadwalkan bertemu untuk membahas kesepakatan dengan Hamas tentang pertukaran tawanan dengan tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel.

Hal kedua yang akan dibahas dalam Kabinet Perang adalah masa depan Gaza pasca-perang.

Bezalel Smotrich dari partai koalisi Netanyahu malah memutuskan tidak ingin ada diskusi semacam itu.

Smotrich dikenal sangat menentang Otoritas Palestina (PA) yang berkuasa di Gaza pasca-perang.

Baca juga: Jawaban Netanyahu usai Erdogan Tuding PM Israel Mirip Hitler, Sebut Turki Genosida Suku Kurdi

Ia juga sangat menentang transfer uang apapun ke Otoritas Palestina seperti yang didesak oleh Amerika.

Menanggapi tekanan ini, Netanyahu memilih untuk membatalkan rapat Kabinet Perang, yang seharusnya diadakan malam ini, Jumat (29/12/2023), dikutip dari Times of Israel.

Ketimbang memimpin pertemuan tersebut, Netanyahu menyerahkan diskusi itu pada rapat kabinet keamanan yang berlangsung pada Selasa (2/1/2024) mendatang.

Alasan Netanyahu membatalkan pertemuan Kabinet Perang pun terungkap.

Netanyahu mengaku khawatir diskusi tersebut akan memecah koalisinya, pemerintahannya, dan membahayakan posisinya sebagai perdana menteri.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memimpin rapat kabinet di pangkalan militer Kirya, yang menampung Kementerian Pertahanan Israel, di Tel Aviv pada 24 Desember 2023.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memimpin rapat kabinet di pangkalan militer Kirya, yang menampung Kementerian Pertahanan Israel, di Tel Aviv pada 24 Desember 2023. (Ohad Zwigenberg / POOL / AFP)

Baca juga: Pasukan Israel Geledah Money Changer di Tepi Barat, Bawa Kabur Rp 43 Miliar

Kekuatan militer dan elit politik terpecah

Direktur MENA di Global Counsel, Ahmed Helal mengatakan pertemuan kabinet dibatalkan karena kekuatan militer dan elit politik Israel semakin terpisah.

"Elit militer semakin merasa tidak nyaman selama 10 tahun terakhir," kata Helal kepada Al Jazeera.

"Dan mereka sama sekali bukan penganut paham cinta damai, mereka bukan orang yang pasif," urainya.

Menurut Helal, kedua kubu memahami kebutuhan Israel dan mereka menentang ambisi pemerintah sipil yang terlalu militeristik.

"Mereka tidak pernah tertarik untuk masuk ke Gaza karena mereka menyadari bahwa korban jiwa di pihak IDF akan tinggi dan korban jiwa di pihak Palestina juga akan tinggi, yang pada akhirnya akan menjadi masalah bagi Israel," tambahnya.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan