Selasa, 9 Juni 2026

Konflik Palestina Vs Israel

8 Tentara AS Terluka Parah Dievakuasi dari Suriah, Biden Beri Sinyal Buka Perang Besar Timur Tengah

Tiga tentara AS juga tewas dalam serangan terhadap pangkalan AS di Al-Tanf, yang memicu kekhawatiran akan perang regional melawan Poros Perlawanan.

Tayang:
Drew Angerer/Getty Images/AFP
Presiden AS Joe Biden berhenti sejenak saat mendengarkan pertanyaan dari seorang reporter tentang situasi di Afghanistan di Ruang Timur Gedung Putih pada 26 Agustus 2021 di Washington, DC. Sedikitnya 12 tentara Amerika tewas pada Kamis akibat serangan bom bunuh diri di dekat Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan. 

Delapan Tentara AS Terluka Parah Dievakuasi dari Suriah, Washington Beri Sinyal Buka Perang 

TRIBUNNEWS.COM - Perang Gaza antara milisi pembebasan Palestina, Hamas dan tentara Israel (IDF) akhirnya menjalar menjadi perang besar di Kawasan Timur Tengah.

Hal itu menyusul jatuh korban jiwanya tentara Amerika Serikat (AS) -sekutu abadi Israel- oleh serangan kelompok Koalisi milisi perlawanan Irak yang menyatakan dukungannya terhadap perlawanan rakyat Palestina.

Dalam serangan terbaru dan paling berdampak parah, pada Minggu (28/1/2024), tiga tentara AS dilaporkan tewas dan puluhannya lainnya terluka, delapan dalam kondisi serius, saat Pangkalan Militer Al-Tanf di perbatasan Yordania-Irak-Suriah diserang milisi.

Delapan tentara AS dalam kondisi serius itu dilaporkan telah dievakuasi ke negara ketiga untuk mendapatkan perawatan intensif.

Baca juga: Komite Perlawanan Palestina: Hizbullah-Houthi-Kataib Hizbullah Bersatu, Awal Habisnya Israel

Gedung Putih mengumumkan pada Minggu kalau tiga tentara AS tewas dan 34 lainnya terluka dalam serangan itu.

Pada Senin, delapan tentara dilaporkan terluka parah, menunjukkan jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah.

Komando Pusat militer AS mengatakan dalam sebuah pernyataan, delapan orang yang terluka diterbangkan ke “perawatan tingkat tinggi” di negara ketiga.

The New York Times melaporkan, pejabat lain AS mengatakan korban luka dievakuasi ke Irak.

Komando Pusat mengatakan jumlah korban luka diperkirakan akan "berfluktuasi" seiring bertambahnya anggota militer yang mencari perawatan.

Komando Pusat menolak untuk mengidentifikasi anggota militer yang meninggal atau unit mereka, sambil menunggu pemberitahuan kepada anggota keluarga.

Perlawanan Islam di Irak (IRI), sebuah koalisi kelompok bersenjata Syiah yang mendapat dukungan dari Iran, mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pangkalan di daerah gurun terpencil di Suriah.

"Serangan itu adalah kelanjutan dari pendekatan kami untuk melawan pasukan pendudukan Amerika di Irak dan di kawasan (Timur Tengah)," tulis pernyataan tersebut.

Baca juga: Indeks Kekuatan Militer: 2 Tahun Beruntun, Militer AS Dapat Nilai Lemah, Alami Krisis Parah

Pangkalan militer Amerika Serikat Al-Tanf di Suriah.
Pangkalan militer Amerika Serikat Al-Tanf di Suriah. (npasyria)

Biden Beri Sinyal Perang Besar di Kawasan

AS telah menduduki pangkalan Al-Tanf sejak tahun 2016 dan menggunakannya untuk melatih dan memperlengkapi berbagai pasukan tentara bayaran untuk melawan pemerintah Suriah.

AS mengklaim pasukannya berada di Suriah untuk melawan ISIS, namun menurut pejabat Rusia dan Suriah, AS telah menggunakan pangkalan Tanf untuk melatih dan mempersenjatai ISIS.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved