Minim Pemulihan Setahun Setelah Gempa Bumi di Turki
Setahun berlalu sejak gempa Bumi hebat mengguncang wilayah tenggara Turki. Hingga kini, para penyintas masih mendekam di kamp-kamp…
Hal senada diungkapkan Mustafa Bayir yang enggan dipindahkan ke lokasi lain. "Saya tidak mau meninggalkan kota ini. Pemerintah telah mengabaikan Kota Hazay," ujar pria yang hidup bersama keluarganya yang berjumlah delapan orang di sebuah kotak kontainer.
Mitos pemulihan ekonomi
Setahun pasca gempa, kehidupan di Hatay belum kembali normal. Dilaporkan, gempa merubuhkan sebanyak 95 persen dari seluruh bangunan di kawasan industri tersebut.
Salah seorang yang bertahan, Ethem Icer, terpaksa menjual roti di sebuah bangunan yang rusak. Dari 4.000 gulung roti yang dulu dia produksi selama sehari, kini jumlahnya tinggal 1.000 gulung. Penyebabnya adalah jumlah penduduk kota yang menyusut drastis.
"Semua orang mengatakan kehidupan di Hatay telah kembali normal. Itu tidak benar."
Seorang mekanik bernama Levent Ineyci juga mengeluhkan betapa pelaku ekonomi kecil "tidak mendapat bantuan apa pun dari negara.” Ineyci sudah 20 tahun bekerja di bengkel di kawasan industri Hatay.
"Para pemilik toko mengkhawatirkan kelangsungan ekonomi mereka sendiri", ujarnya menambahkan.
"Negara telah melupakan kami,” kata Ineyci. Banyak orang ingin kembali bekerja, namun negara tidak cukup mendukungnya, lapornya. Banyak pekerja terampil yang menghilang, kata Ineyci. "Kami memiliki banyak pekerja terampil di sini. Mereka pergi dan tidak kembali. Itu merupakan kerugian besar."
Keraguan tentang masa depan di Hatay ikut diumbar Ekrem Öztürk, pengemudi taksi terakhir di kota tersebut.
"Banyak orang mengatakan bahwa semuanya telah kembali normal di sini. Itu tidak benar sama sekali. Saya bahkan berharap mati dalam gempa sehingga saya tidak harus mengalami penderitaan di hari-hari belakangan ini."
rzn/as
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bdeutsche-welle68153813_403.jpg.jpg)