Konflik Rusia Vs Ukraina
Analisis Kekuatan Militer Rusia Vs Ukraina Jelang Peringatan 2 Tahun Pertempuran
Ini penjelasan analisis mengenai kekuatan militer Rusia dan Ukraina, menjelang peringatan dua tahun invasi.
Untuk memberikan gambaran tentang ketergantungan pada drone, Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov mengatakan bahwa pada tahun 2023 saja, produksi drone dalam negeri meningkat menjadi 300.000, dan jumlah ini belum termasuk sumbangan asing.
"Target tahun ini adalah membuat lebih dari satu juta drone, dengan setidaknya separuh komponennya dibuat di dalam negeri, dalam upaya mengimbangi berkurangnya dukungan Amerika Serikat terhadap Ukraina," urainya.
Industri Rusia telah secara signifikan meningkatkan produksi peluru artileri dan sistem peluncuran ganda (MLRS), bersamaan dengan impor besar amunisi artileri dan rudal balistik Korea Utara.
Rusia kini mampu menembakkan lima peluru untuk setiap satu peluru Ukraina.
Para pembela Ukraina yang putus asa di beberapa wilayah kini terpaksa menembakkan beberapa peluru dalam sehari, hanya untuk mencegah kekalahan.
Sebelum invasi, banyak militer yang terus-menerus membuang persediaan tank mereka.
Namun pengalaman sekarang menunjukkan bahwa tank masih memiliki kegunaan yang besar di medan perang dan tetap menjadi senjata yang tangguh.
(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/presiden-ukraina-volodymyr-zelensky-dan-presiden-rusia-vladimir-putin-zelensky-dan-putin.jpg)