Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Segera Rekrut 150.000 Tentara Baru
Di saat Ukraina masih tarik ulur menciptakan aturan melakukan mobilisasi warganya menjadi tentara, Rusia justru selangkah lebih capat.
Rusia diprediksi akan segera memperluas batas wajib militer bagi warganya dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah pasukan hingga 30 persen.
Ketua komite pertahanan parlemen Rusia, Andrei Kartapolov, pada hari Kamis (12/1) mengatakan bahwa batas minimum akan dinaikkan menjadi 21 tahun, sementara batas maksimum menjadi 30 tahun.
"Rusia dapat menaikkan batas usia wajib militer menjadi 30 tahun untuk pendaftaran musim semi tahun ini. Setelah masa transisi, satu sampai tiga tahun, batas bawah akan dinaikkan dari 18 menjadi 21 tahun," kata Kartapolov seperti dikutip TASS.
Rencana ini memang telah mendapat dukungan Presiden Vladimir Putin sejak bulan Desember lalu. Putin memberi restu kepada kementerian pertahanan untuk menaikkan rentang usia wajib militer menjadi 21-30 tahun, dari yang saat ini ada di rentang 18-27 tahun.
Sayangnya, rencana ini mengundang kritik dari banyak pihak. Langkah ini dianggap sebagai upaya terbuka untuk menutup kekurangan tenaga kerja yang besar akibat kerugian besar dalam perang di Ukraina.
Mobilisasi Ukraina
Sementara Ukraina sendiri terus berusaha melakukan mobilisasi 500.000 warganya menjadi militer. Namun hal itu terus menemu kendala.
Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksander Syrsky mengungkapkan bahwa mobilisasi tersebut tidak bakalan mencapai target.
Karenanya, rencana yang merupakan angan-angan Presiden Volodymyr Zelensky tersebut kemungkinan dibatalkan.
Media Strana mengatakan, Syrsky dan anak buahnya bakalan merekrut tentara UKraina dalam jumlah yang lebih kecil.
Sementara parlemen Ukraina saat ini terus membahas RUU mengenai mobilisasi militer Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/paratroopers-pasukan-rusia-berbaris.jpg)