Perawat Filipina di Jerman: “Yang Paling Sulit Belajar Bahasanya”
Perawat Filipina makin dibutuhkan di Jerman, tetapi kesulitan belajar bahasa Jerman membuat mereka sulit merasa betah seperti di rumah…
Perbedaan budaya juga menambah hambatan bahasa. "Orang Jerman berkomunikasi secara langsung. Kami sangat terbuka, dan ini bukan sesuatu yang biasa dilakukan orang Filipina. Kami belajar bahwa pada awalnya, sangat tidak biasa di Filipina menjawab pertanyaan dengan 'tidak'," kata Maria Hesterberg.
Dia menambahkan bahwa mereka harus mendiskusikan hal ini dalam acara-acara informasi, menjelaskan bahwa mengatakan 'tidak' bukanlah hal yang bersifat pribadi. Mereka juga mendorong perawat untuk mengajukan pertanyaan secara proaktif, tidak peduli dengan siapa mereka berkomunikasi.
Memperlancar jalan menuju Jerman
Zoller menambahkan, CWC Recruitment – yang telah mengerahkan sekitar 700 perawat Filipina di seluruh Jerman – juga memiliki tim khusus untuk membantu mempersiapkan pekerja layanan kesehatan pindah dari Filipina ke Jerman.
Zoller mengatakan, semakin banyak perawat Filipina yang menyatakan minatnya untuk bermigrasi ke Jerman, karena Jerman membuka lebih banyak jalur bagi pekerja terampil untuk bermigrasi.
Sejak tahun 2017, UKB semakin banyak merekrut perawat asing. Mereka tidak hanya datang dari Filipina, tetapi juga dari Serbia, Bosnia dan Herzegovina, Meksiko, dan Argentina. Rumah sakit ini masih perlu sekitar 1.000 perawat sampai tahun 2027.
Zoller mengatakan, meski ada kendala bahasa, Jerman sering dianggap sebagai tujuan permanen bagi perawat Filipina yang ingin bermigrasi. Hal itu dibenarkan Joel Licay. "Menurut saya, saya akan tua di sini,” kata Licay. Sedangkan rekannya, Elaine Custodio, mengatakan dia masih belum yakin.
(hp/yf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bdeutsche-welle68916172_403.jpg.jpg)