Asal usul maskot Olimpiade Paris 2024 dan sejarah 200 tahun dibaliknya
Penutup kepala kuno yang disebut topi Frigia adalah lambang kemerdekaan Prancis sejak 200 tahun silam. Selain menjadi maskot Olimpiade…
Pada masa kini, topi Frigia menjadi referensi umum dalam seni, koin, dan perangko sebagai metafora kebebasan. Topi-topi ini dipajang di lencana yang dipasang di balai kota dan lembaga-lembaga resmi di penjuru Prancis.
Kembali menyeberangi Samudra Atlantik
Kebrutalan yang terjadi selama Revolusi Prancis membuat topi Frigia kehilangan pamornya pada masa pembentukan Amerika Serikat – tepatnya ketika republik yang baru lahir itu mendeklarasikan kemerdekaannya dari Kerajaan Inggris pada 4 Juli 1776.
Sejarawan Universitas Colorado, Andrew Detch, mengatakan kepada majalah Smithsonian Museum, bahwa topi Frigia “menjadi simbol radikalisme, yang mana merupakan momok mayoritas pemimpin politik Amerika pada abad ke-18”.
Si topi merah kembali “menyeberangi” Samudra Atlantik pada awal abad ke-19 dan dikenakan pejuang kemerdekaan di Amerika Latin.
“[Topi Frigia] adalah simbol transnasional yang tersebar di seluruh republik Amerika. Sampai sekarang, topi ini masih bertahan dalam ikonografi dan lambang resmi banyak negara, seperti Kuba dan Argentina,” ujar Sánchez Collantes.
Penutup kepala itu sekarang juga menonjol dalam bendera nasional atau lambang negara-negara seperti Bolivia, Kolombia, El Salvador, Haiti, dan Nikaragua.
Apa saja maskot-maskot Olimpiade yang paling terkenal?
Maskot perdana Olimpiade berupa jaguar berwarna merah yang pada perhelatan di Meksiko pada tahun 1968. Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencatat sebagian dari 27 maskot sepanjang sejarah Olimpiade berupa hewan yang mewakili negara setempat.
Panitia Olimpiade Atlanta 1996 mencoba mencoba sesuatu yang berbeda: Izzy, maskot Olimpiade pertama yang dibuat berbasiskan komputer dan menjadi alegori kebangkitan teknologi kala itu.
Namun, barangkali maskot yang paling membekas di ingatan publik adalah Misha, beruang yang menjadi maskot Olimpiade Moskow 1980 dan sukses secara komersial.
Ratusan orang membentuk mosaik Misha saat “berpamitan” kepada para atlet pada upacara penutupan Olimpiade 1980.
Apakah maskot Frigia Prancis bisa menjadi ikonis juga?
Mungkin saja.
Dengan memilih maskot yang mengingatkan orang akan moto Prancis "liberté, égalité, fraternité" (kebebasan, persamaan, dan persaudaraan), si topi merah ini bisa menjadi salah satu maskot paling dicintai dalam sejarah Olimpiade.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bbc-indonesia29cbac40-4b2d-11ef-8751-65f76fca0fc4.jpg.jpg)