Korea Utara Bakal 'Blokir' Permanen Korea Selatan, Putus Semua Jalur dan Rel Kereta Antara 2 Negara
Korea Utara akan memutus semua jalur jalan raya dan rel kereta api menuju Korea Selatan, buntut rutinnya kunjungan AS ke wilayah tersebut.
Tentang sikap Korea Utara tersebut, Presiden Universitas Studi Korea Utara, Yang Moo Jin, mencatat hal itu menandai "langkah konkret pertama" militer Korea Utara untuk melaksanakan perintah Kim Jong Un.
Kim Jong Un menginginkan Korea Selatan diperlakukan sebagai negara musuh.
"Jika kedua Korea hanya memiliki perbatasan darat, mereka berpotensi hidup terpisah tanpa mencampuri urusan masing-masing, seperti yang disarankan Kim," kata Yang kepada This Week in Asia.
"Tapi, masalah sebenarnya adalah batas maritim yang tidak jelas," imbuhnya.
Ia menyebut batas laut yang diklaim Korea Utara di Laut Kuning meluas lebih jauh ke selatan daripada Garis Batas Utara (NLL).
Baca juga: 6 Perwira Korea Utara Dilaporkan Tewas di Dekat Wilayah Donetsk Ukraina
Sebagai informasi, NLL adalah batas laut tak bertanda yang ditetapkan secara sepihak oleh Komando PBB yang dipimpin AS setelah perang Korea.
Pemblokiran akses terhadap Korea Selatan terjadi di tengah desakan yang lebih luas dari Pyongyang untuk mengubah cara hubungannya dengan Korea Selatan.
Hal ini juga menyusul serangkaian insiden yang memicu provokasi yang telah memperburuk hubungan antara kedua negara, dikutip dari BBC.
Insiden tersebut berkisar dari uji coba rudal hingga ratusan balon sampah yang dikirim ke perbatasan selatan Korea Utara.
Khususnya, Kim Jong Un mengumumkan pada awal 2023, ia tidak lagi berupaya mencapai reunifikasi dengan Korea Selatan, sehingga menimbulkan kekhawatiran perang dapat kembali terjadi di Semenanjung Korea.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Perbatasan-Korut-Korsel.jpg)