Minggu, 19 April 2026
Deutsche Welle

Semalam Bersama Felix K Nesi dan "Orang-Orang Oetimu"

Bertemu penulis asal Timor di acara pembacaan buku Orang-Orang Oetimu, yang terbit dalam bahasa Jerman dengan judul Die Leute von…

Deutsche Welle
Semalam Bersama Felix K Nesi dan "Orang-Orang Oetimu" 

Dia sendiri berangkat dari budaya bertutur, yang masih melekat pada banyak masyarakat di Timor-Timur. "Jadi, cerita-cerita saya tulis perama-tama bukan untuk sastra, tapi untuk teman-teman," kata Felix. Sering dia mulai menulis ceritanya, tanpa tahu bagaimana cerita itu akan berkembang atau berakhir. "Setelah saya mulai menulis, baru ketemu kelanjutannya. Oh, begini.."

Felix banyak menggunakan kosakata dialek lokal dalam ceritanya, karena itu memang cerita-cerita lokal, cerita dari Timor. Tapi, seperti plot pertandingan final Piala Dunia, cerita Orang-Orang Oetimu pada saat yang sama sangat internasional, mengetengahkan tema-tema kolonialisme, agama, dan identitas lokal yang berasimilasi dengan pengaruh-pengaruh luar.

Dari Jerman, Felix berangkat ke Basel, Swiss. Perjalanan di Eropa kali ini didanai oleh Kementerian Kebudayaan RI. Lalu cerita apa saja yang dicatat Felix dari perjalanan kali ini di Eropa? Mungkin akan kita temui dalam karya-karya dia berikutnya, mungkin juga tidak, masih misterius. Yang pasti, cerita-cerita Felix akan segar, lucu, sekaligus tragis dan melankolis, seperti perpisahan kami di malam gerimis bertudung awan November di bar temaram bernama Wundertüte (Tas Ajaib) itu.

Felix K Nesi: Die Leute von Oetimu. Edition Nautilus GmbH, ISBN 978-3-96054-370-1. Übersetzt von Sabine Müller.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved