Kisah empat bocah bertahan hidup 40 hari di Hutan Amazon setelah pesawat jatuh
“Los niños perdidos” mengisahkan upaya penyelamatan yang dilakukan masyarakat adat dan pasukan militer setelah pesawat yang ditumpangi…
Tetapi kenyataannya peristiwa ini juga menyoroti kearifan lokal selama berabad-abad di Kolombia yang berujung bahagia.
Tak lama setelah anak-anak itu ditemukan, BBC Mundo mewawancarai Alex Rufino, seorang pakar adat Ticuna dalam perawatan hutan.
Dalam percakapan itu, Rufino mengatakan bahwa bahasa yang digunakan oleh media dan lembaga-lembaga di Kolombia menunjukkan ketidaktahuan tentang masyarakat adat.
Alih-alih tersesat, katanya, "anak-anak itu berada di lingkungan mereka, di bawah perawatan hutan dan kearifan penduduk asli yang bersentuhan dengan alam selama bertahun-tahun."
Dokumenter Netflix yang baru ini juga mengangkat tema soal kearifan lokal di negara yang telah mengucilkan masyarakat adat selama berabad-abad dan kurangnya pemahaman tentang kearifan serta pandangan masyarakat adat terhadap dunia.
Sorotan media
Kisah keempat anak itu membuat tegang masyarakat Kolombia dan khalayak dunia selama berminggu-minggu.
Hampir satu setengah tahun setelah penyelamatan, beberapa penerbit buku dan studio film dokumenter merekonstruksi peristiwa yang terus menarik perhatian dunia ini.
Platform Amazon Prime telah merilis dokumenter "Operation Hope: The Lost Children of the Amazon". Dalam film ini, para aktor dan kerabat para anak merekonstruksi peristiwa tersebut.
Kemudian melalui buku berjudul "Operation Hope", Sekolah Tinggi Perang Jenderal Rafael Reyes Prieto merilis kesaksian para personel Angkatan Bersenjata "yang bergabung dalam pertarungan melawan waktu dan alam liar demi menemukan anak-anak itu hidup-hidup."
Jurnalis investigasi Kolombia, Daniel Coronell, menerbitkan sebuah buku berjudul "The Children of the Amazon: 40 Days Lost in the Jungle”. Dalam buku itu, ia menjelaskan bagaimana penyelamatan yang dianggap mustahil oleh banyak orang itu terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BBC-Indonesia0242a3b0-a5da-11ef-9fb4-fd2d6da57766.jpg.jpg)