Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1053: Zelensky Telepon Biden, Bahas 3 Topik
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan bahwa ia baru saja berbicara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden.
TRIBUNNEWS.COM - Inilah sejumlah peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina, yang telah memasuki hari ke-1053 pada Sabtu (11/1/2025).
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan bahwa ia baru saja berbicara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden.
Dikutip dari Suspilne, dalam percakapan tersebut, mereka membahas tiga isu penting.
Di antaranya termasuk kebakaran besar di Los Angeles, perang di Ukraina, dan sanksi terhadap Rusia.
Simak peristiwa lainnya berikut ini.
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1053:
Zelensky Soroti Kebakaran di Los Angeles, California
Kebakaran hebat yang melanda California telah menyebabkan setidaknya sepuluh korban jiwa, merusak ribuan hektar lahan.
Kebakaran juga menghancurkan lebih dari 10.000 rumah.
Melalui sambungan telepon dengan Biden, Zelensky mengapresiasi upaya penyelamatan yang dilakukan oleh warga Amerika untuk menghentikan penyebaran api.
Zelensky Apresiasi Dukungan Amerika untuk Ukraina
Selain itu, Zelensky berterima kasih kepada AS atas dukungannya terhadap kemerdekaan Ukraina dan konsolidasi komunitas internasional.
Zelensky dan Biden juga membahas situasi di Ukraina.
Keduanya membicarakan kebutuhan untuk memperkuat pertahanan udara untuk melindungi kota-kota dan desa dari serangan Rusia.
Baca juga: Bahas Damai di Ukraina, Trump Siapkan Pertemuan dengan Presiden Rusia Putin
Zelensky-Biden Bahas Sanksi Baru Rusia
Zelensky dan Biden juga membahas sanksi baru terhadap Rusia, khususnya yang dikenakan pada industri energi, termasuk perusahaan Gazprom Nafta dan Surgutnaftogaz.
Presiden Ukraina menegaskan bahwa Putin harus merasakan dampak dari perang yang dilakukannya, terutama dalam hal kehilangan sumber daya finansial.
Zelensky kembali mengucapkan terima kasih kepada AS dan Kongres, yang mendukung tekanan terhadap Rusia sebagai respons atas agresi yang tidak berdasar, serta berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebebasan dan perdamaian internasional.
Ukraina Serang Fasilitas Militer Rusia
Dikutip dari The Guardian, Ukraina melancarkan serangan terhadap depot amunisi dan fasilitas penyimpanan pesawat nirawak milik Rusia dengan menggunakan pesawat nirawak dan rudal pada Jumat (10/1/2025) dini hari menurut sumber dari dinas keamanan SBU Ukraina.
Serangan ini merupakan operasi gabungan dengan Angkatan Laut Ukraina, seperti dilaporkan oleh Agence France-Presse.
Pejabat Rusia sebelumnya menyebutkan bahwa sebuah fasilitas industri dekat desa Chaltyr, di wilayah Rostov yang berbatasan dengan Ukraina, terbakar setelah diserang pesawat nirawak, meskipun mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Sumber Ukraina mengungkapkan bahwa pesawat nirawak tersebut berhasil membebani sistem pertahanan udara Rusia, membuka celah bagi rudal untuk menghancurkan fasilitas militer tersebut.
Jerman Tuduh Rusia Hindari Sanksi
Jerman menuduh sebuah kapal tanker besar yang terombang-ambing di lepas pantai utara pada hari Jumat sebagai bagian dari "armada bayangan" yang digunakan Rusia untuk menghindari sanksi atas ekspor minyaknya.
Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, mengkritik penggunaan "kapal tanker minyak yang bobrok" oleh Rusia dan menyebutnya sebagai ancaman bagi keamanan Eropa.
Pernyataan ini disampaikan setelah kapal Eventin sepanjang 274 meter, yang membawa hampir 100.000 ton minyak, dilaporkan terombang-ambing dan "tidak dapat bermanuver" di Laut Baltik.
Sementara itu, pemerintah Jerman tengah berselisih pendapat mengenai apakah akan menyetujui bantuan militer baru senilai €3 miliar ($3,1 miliar) untuk Ukraina.
Laporan mingguan Spiegel pada hari Jumat menyebutkan bahwa Kyiv berupaya menggalang dukungan menjelang kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih.
(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Joe-Biden-dan-Zelensky.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.