Rabu, 22 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Momen Langka, Pasukan Ukraina Ledakkan Tank Sendiri, si Canggih M1 Abrams Buatan AS

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan pasukan Ukraina meledakkan tank milik sendiri.

Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
X/Moklassen
Pasukan Ukraina meledakkan tank Abrams milikny di Distrik Sudzhansky di Kursk tanggal 5 Januari lalu. 

TRIBUNNEWS.COM – Video yang beredar di media sosial memperlihatkan pasukan Ukraina meledakkan tank milik sendiri.

Tank itu berjenis M1 Abrams buatan Amerika Serikat (AS). Tank tersebut dilaporkan menjadi salah satu tank M1 Abrams yang masih tersisa milik pasukan khusus Ukraina.

Dikutip dari laman Bulgarian Military, tank itu dihancurkan saat Rusia melancarkan serangan di Distrik Sudzhansky di Kursk tanggal 5 Januari lalu.

Serangan itu melibatkan sekitar 50 kendaraan lapis baja yang mungkin berasal dari Brigade Angkatan Laut Ke-155 dan Ke-819, dan Divisi Udara Ke-106.

Menurut laporan AS, serangan itu mungkin bertujuan untuk mengganggu serangan Ukraina yang baru saja dimulai beberapa kilometer di sebelah timur.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat ada drone atau pesawat nirawak Ukraina yang menyerang sebuah tank Abrams dari Brigade Mekanis Ke-47 Ukraina yang sedang berada di jalanan bersalju.

Tidak ada penjelasan mengenai alasan penghancurkan tank itu. Media AS, Forbes, menyebut barangkali alasannya adalah mencegah tank jatuh ke tangan Rusia.

Media itu mengklaim baik serangan Rusia maupun serangan Ukraina berakhir menjadi bencana bagi masing-masing.

Brigade Ukraina dilaporkan membunuh 45 tentara Rusia dan melukai 53 lainnya. Satu kompi pasukan Rusia, kata brigade itu, lenyap.

Pada tahun 2023 AS mengirimkan 31 tank Abrams. Brigade Mekanis Ke-47 menjadi satu-satunya pasukan Ukraina yang menggunakan tank canggih itu.

Dalam 1,5 tahun, brigade itu telah kehilangan setidaknya sembilan Abrams atau bahkan bisa mencapai 17 unit.

Baca juga: Zelensky Tawari Kim Jong Un Tukar Tentara Korut dengan Tentara Ukraina yang Ditawan Rusia

Jumlah pasti Abrams yang hilang bergantung pada apakah tank-tank yang lumpuh karena serangan ranjau, drone, dan rudal masih bisa diperbaiki oleh satuan zeni Ukraina.

Ketika tank yang rusak tidak bisa dibawa pergi karena membahayakan, Ukraina biasanya menyerang tank itu agar tidak jatuh ke tangan Rusia dalam keadaan utuh.

Teori lain menyebutkan bahwa tank yang baru diledakkan itu ditinggalkan pasukan Ukraina tanggal 11 Desember lalu. Lalu, operator drone Ukraina memutuskan bahwa sudah waktunya tank dihancurkan setelah ditinggalkan selama hampir sebulan.

Pada bulan Desember, Brigade Ke-44 berupaya mempertahankan garis depan di timur Novoivanivka. Dua satuan Rusia kemudian menyerang dari Novoivanivka dan memaksa pasukan Ukraina mundur dari Desa Leonidovo.

Meski masih memiliki ribuan unit, AS sudah menolak untuk mengirimkan lebih banyak tank Abrams ke Ukraina.

Australia dikabarkan akan menjadi pemasok tank Abrams untuk Ukraina. Angkatan Darat Australia baru-baru ini telah memensiunkan Abrams versi lama.

Negara itu sudah berjanji mengirimkan M1A1-SA ke Ukraina, tetapi jadwalnya belum jelas.

Jika sudah mendapatkan puluhan Abrams, Brigade Mekanis Ke-47 bisa memperbesar batalio tanknya, dan bahkan membentuk batalion kedua.

Sekilas M1A1-SA

M1A1-SA adalah versi baru dari M1A1 dan dikembangkan awal tahun 2000-an untuk meningkatkan kesadaran akan situasi di medan tempur dan menambah efektivitas tempur.

Model ini berfokus pada digitilisasi dan peningkatan sistem komunikasi dan navigasi.

Baca juga: Tentara Korut yang Ditangkap Ukraina Ngaku Dirinya Pergi ke Rusia untuk Latihan Bukan Perang

Salah satu hal yang dimutakhirkan adalah integrasi Sistem Manajemen Medan Tempur (BMS) yang memungkinkan awak tank untuk menerima informasi secara langsung dari satuan lain. Integrasi ini meningkatkan koordinasi pasukan dan efisiensi operasi taktiks.

M1A1-SA juga dilengkapi dengan sistem pencitraan termal generasi kedua yang canggih. Sistem itu meningkatkan visibilitas saat malam hari dan kondisi cuaca buruk.

Dengan sistem itu awak tank bisa mengidentifikasi target dari jarak yang lebih jauh dengan akurasi yang tinggi.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved