Konflik Palestina Vs Israel
IDF Kena Prank, Dikira Komandan Hamas Sudah Tewas, Ternyata Muncul di Hadapan Publik
Komandan Hamas, Hussein Fiad muncul di hadapan publik untuk memberikan pidato kemenangan setelah IDF mengira ia telah tewas dalam pertempuran.
Pinggiran Beit Hanoun atau hanya satu mil dari Sderot. Daerah ini telah digunakan untuk mengancam Israel selama bertahun-tahun.
Roket sering ditembakkan dari Beit Hanoun. Daerah perkotaan tersebut juga sering rusak parah dalam beberapa putaran konflik sebelumnya.
Namun, Hamas selalu kembali dan menggunakannya untuk mengancam Israel.
Setelah gencatan senjata pada 19 Januari 2025, IDF mengerahkan kembali Brigade Nahal, yang telah bertempur di Beit Hanoun.
Baca juga: Israel Bunuh 2 Pejuang Palestina di Tepi Barat, Hamas: Semua Faksi akan Beri Balasan Menyakitkan
Brigade tersebut telah kembali ke daerah perbatasan untuk mempersiapkan misi baru. Hal ini sekali lagi menggambarkan tantangan yang dihadapi IDF di Gaza utara.
Tiga bulan pertempuran sengit dari Oktober hingga Januari menggambarkan betapa sulitnya mengusir Hamas sepenuhnya dari wilayah ini.
Fakta orang-orang seperti Fiad tidak hanya selamat, tetapi juga muncul untuk menyatakan mereka menang, adalah contoh rencana Hamas selama ini.
Hamas selalu percaya, yang harus dilakukannya hanyalah bersembunyi di reruntuhan dan menunggu. Mereka tidak perlu menghadapi IDF dengan "batalion" pejuang.
Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan menunggu. Sementara Hamas mungkin telah menderita ribuan korban, IDF memperkirakan sekitar 20.000 orang tewas; kelompok itu terus bertahan di Gaza.
Baca juga: Hamas Kembali ke Jalanan setelah Perang dengan Israel, Pakar: Mereka Masih Ada, Netanyahu Gagal
Jika tidak ada kelompok lain yang bersedia mengelola wilayah itu, mereka akan terus menjalankan berbagai hal dengan orang-orang seperti Fiad. Dia tidak merahasiakan strategi Hamas.
Tentara Israel Mundur dari Gaza
Tentara Israel pada Rabu (22/1/2025), mulai menarik Brigade Givati dari Gaza setelah mengalami kerugian yang signifikan selama serangan darat terhadap faksi Perlawanan Palestina sejak 27 Oktober 2023.
"Pasukan Tim Tempur Brigade Givati, di bawah komando Divisi ke-162, sedang bersiap untuk misi berikutnya setelah berminggu-minggu pertempuran di wilayah Jabalia di Jalur Gaza utara," tulis militer Israel dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Anadolu Agency.
Militer mengonfirmasi Brigade Givati telah kehilangan 86 prajurit dan komandan selama operasi militer di daerah tersebut.
Baca juga: Hamas Tuding Otoritas Palestina-Israel Bersekongkol, Lakukan Serangan Ubah Jenin Jadi Kota Mencekam
Pihak militer juga merilis video yang menunjukkan pasukan dan peralatan Brigade Givati mundur ke sisi perbatasan Israel.
Menurut angka resmi, Israel telah menderita 841 korban militer sejak dimulainya serangan Gaza pada 7 Oktober 2023, dengan 405 tewas selama invasi darat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Komandan-Hamas-Hussein-Fiad.jpg)