Kamis, 30 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Pembebasan Sandera Israel Disambut dengan Kemarahan, Sebut Hamas Tengah Permalukan Para Tawanan

Pembebasan para sandera Israel tak hanya disambut dengan kegembiraan, tetapi juga disambut dengan kemarahan karena perlakuan Hamas terhadap tahanan.

Tayang:
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Al Mayadeen
Empat tentara wanita Israel (Karina Ariev, Daniella Gilboa, Naama Levy dan Liri Albag) yang dibebaskan oleh Hamas terlihat bahagia dan melambaikan tangan kepada kerumunan warga Palestina di lapangan Gaza tengah pada Sabtu (25/1/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Pembebasan para sandera Israel oleh Hamas telah disambut dengan gembira oleh para keluarga tawanan.

Hamas telah membebaskan empat sandera tentara wanita, yakni Liri Albag, Daniella Gilboa, Karina Ariev dan Naama Levy.

Keluarga mereka merayakan dengan sukacita dan lega saat melihat putri mereka masih hidup.

"Perasaan lega dan bahagia menyelimuti kami setelah 477 hari penantian yang panjang dan tak tertahankan," kata keluarga Albag, dikutip dari Middle East Eye.

"Kami akhirnya bisa melihat Liri, memeluknya, dan tahu bahwa dia bersama kami, di tempat yang aman, dikelilingi oleh kasih sayang keluarga," lanjutnya.

Namun, adegan pelepasan tersebut juga disambut dengan kemarahan dan kritik oleh banyak orang di Israel.

Kemarahan tersebut muncul ketika keempat sandera yang mengenakan pakaian bergaya militer, dikawal ke podium di Kota Gaza, di mana mereka berdiri di hadapan kerumunan besar warga Palestina dan dikelilingi oleh puluhan pejuang Hamas.

Para tawanan melambaikan tangan dan tersenyum sebelum dibawa pergi dan diangkut dengan kendaraan Palang Merah ke Israel.

"Hamas mencoba mempermalukan mereka, tetapi mereka naik panggung di depan kerumunan yang penuh kebencian dengan kepala tegak, punggung tegak, dan senyum. Inilah kemenangan kita yang sesungguhnya," kata koresponden politik senior untuk Channel 12, Daphna Liel.

Para politisi juga menganggap proses pembebasan itu sebagai upaya Hamas untuk mempermalukan Israel.

"Mereka mengira itu akan menjadi pertunjukan yang memalukan, tetapi para pahlawan wanita kita menunjukkan gambaran kemenangan semangat Israel," kata politisi Partai Buruh kiri-tengah, Naama Lazimi.

Baca juga: Hamas: 25 dari 33 Tahanan Israel Masih Hidup, 8 Jenazah Akan Diserahkan di Akhir Tahap Pertama

Ada pula pihak-pihak di Israel yang ingin menuntut Hamas atas apa yang mereka anggap sebagai penghinaan terhadap perempuan Israel yang dibebaskan dan negara Israel.

Shai Golden, seorang jurnalis dan presenter di Channel 13, mengusulkan sebuah peta jalan untuk hari berikutnya setelah pembebasan semua tawanan.

Golden mengatakan Hamas ingin menunjukkan kepada dunia kekuatan mereka setelah 15 bulan perang, seraya menambahkan bahwa militer Israel harus "kembali ke Gaza dan mengakhiri binatang buas yang gila ini. Selama diperlukan".

"Ini masalah sederhana, masalah eksistensial dan kelangsungan hidup, untuk melenyapkan orang Amalek gila ini dari muka bumi," kata Golden.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved