Kamis, 16 April 2026
Deutsche Welle

Bagaimana Menghindari Kekerasan Seksual pada Anak?

Di Jerman setiap harinya, lebih dari 50 anak menjadi korban kekerasan seksual. Aturan baru seharusnya berfungsi lebih baik mencegah…

Deutsche Welle
Bagaimana Menghindari Kekerasan Seksual pada Anak? 

Julia von Weiler bergiat memerangi pelecehan seksual terhadap anak-anak di internet: "Media digital saat ini sangat memudahkan para pelaku untuk menjalin kontak dengan anak-anak secara anonim dan sering kali tanpa diketahui.” Perkembangan teknologi yang cepat hampir tidak dapat memberikan perlindungan. Tanpa aturan hukum yang efektif dan bantuan teknis, para pelaku kejahatan akan memiliki kebebasan.

Von Weiler dan organisasinya "Innocence in Danger” menyerukan lebih banyak pendidikan digital di sekolah-sekolah, baik untuk murid maupun guru. "Pada saat yang sama, polisi dan pengadilan membutuhkan dukungan teknis dan undang-undang yang lebih baik, dan platform-platform besar pun harus bertanggung jawab untuk mencegah pelecehan,” kata Julia von Weiler.

Bertindak, ketika ada perubahan sikap pada anak-anak

Ketika Lena Jensen menjadi semakin agresif, ibunya membawanya ke terapi. Di sanalah gadis itu mampu memecah kebisuannya. Itu adalah awal dari proses penyembuhan trauma yang sulit dengan bantuan terapi.

Lena Hensen dari "Strohhalm e.V.” menyarankan para orang tua yang mencurigai ada sesuatu yang tidak beres pada anak mereka untuk lantas menghubungi pusat konseling dan para ahli. "Jika perilaku anak tiba-tiba berubah, tiba-tiba tampak berbeda, jika kita merasa ada yang ‘aneh', ada baiknya kita mencermati.”

Hingga hari ini, Lena Jensen tidak diizinkan untuk mengatakan dengan pasti siapa yang melecehkan dia karena alasan hukum. Kasus ini pun dibatalkan karena tidak cukup bukti.

Tiga tahun yang lalu, Lena Jensen mempublikasikan kisahnya. Sejak saat itu, ia mengunggah video-video edukatif di media sosial sebagai "penyintas pelecehan anak”. Setiap hari, ia menerima pesan dari korban lain yang menceritakan kisah mereka kepadanya. Lena mempublikasikannya secara anonim.

Dengan berbicara secara terbuka tentang masa lalunya, Lena Jensen ingin meningkatkan kesadaran akan masalah ini. Ia mengatakan bahwa dengan membicarakan masalah, masalah tersebut dapat diatasi.

Diadaptasi dari Artikel DW Bahasa Jerman

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved