Rabu, 15 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pasukan Ukraina Gunakan Sarang Lebah untuk Serang Tentara Rusia

Pasukan Ukraina menunjukkan kreativitas tak terduga dengan menggunakan sarang lebah sebagai senjata.

YouTube WION/Telegram OSHP_225
GRANAT SARANG LEBAH. Gambar merupakan tangkap layar dari YouTube WION yang diambil pada Jumat (7/3/2025), menunjukkan situasi pertempuran Ukraina vs Rusia. Dalam rekaman video yang beredar di saluran Telegram OSHP_225, dua tentara Ukraina yang sedang berada di reruntuhan pertanian terlihat membawa sarang lebah kayu besar dan dengan tepat melemparkannya ke dalam ruang bawah tanah yang diyakini dihuni oleh pasukan Rusia. 

TRIBUNNEWS.COM – Dalam perkembangan terbaru konflik Rusia-Ukraina, pasukan Ukraina menunjukkan kreativitas tak terduga dengan menggunakan sarang lebah sebagai senjata.

Taktik ini muncul di tengah pertempuran sengit di dekat Pokrovsk, sebuah lokasi strategis di Ukraina timur.

Penggunaan Sarang Lebah sebagai Senjata

Pasukan Ukraina terpaksa berimprovisasi setelah kehabisan granat.

Mereka memanfaatkan sarang lebah kayu sebagai alat untuk menyerang posisi pasukan Rusia.

Dalam sebuah rekaman video yang beredar di saluran Telegram, dua tentara Ukraina terlihat melemparkan sarang lebah besar ke dalam ruang bawah tanah yang diyakini dihuni oleh tentara Rusia.

“Begitu sarang lebah itu dilemparkan, ribuan lebah segera menyerbu ruang bawah tanah dalam hitungan detik,” ungkap sumber yang tidak disebutkan namanya.

Tentara Rusia yang terperangkap harus menghadapi serbuan lebah, memaksa beberapa di antara mereka untuk melarikan diri dari tempat perlindungan yang dianggap aman.

Taktik dan Inovasi Pasukan Ukraina

Kreativitas pasukan Ukraina dalam menggunakan benda sehari-hari sebagai senjata menciptakan efek psikologis yang signifikan terhadap musuh.

Video yang diambil oleh drone menunjukkan bahwa setelah serangan tersebut, pasukan Rusia tidak muncul lagi dari tempat persembunyian mereka.

Selain sarang lebah, pasukan Ukraina juga dikenal menggunakan pesawat nirawak (drone) untuk menyerang posisi musuh.

Mereka telah mengubah pesawat nirawak komersial menjadi bom yang bisa dikendalikan dari jarak jauh, mirip dengan taktik yang digunakan dalam konflik di Afghanistan dan Irak.

Adaptasi Pasukan Rusia

Di sisi lain, pasukan Rusia juga berusaha beradaptasi dengan situasi yang ada.

Laporan menunjukkan bahwa mereka menggunakan peralatan rumah tangga untuk memperbaiki perlengkapan militer yang rusak akibat sanksi Barat. “Pasukan Rusia menggunakan komponen dari peralatan rumah tangga seperti chip komputer yang diambil dari lemari es dan mesin pencuci piring,” tulis India Today.

Ketegangan terus meningkat di medan perang, dan kedua belah pihak kini beradaptasi dengan cara-cara yang tidak terduga untuk mempertahankan posisi mereka.

Dengan semakin berkurangnya pasokan senjata dan sumber daya, inovasi dalam taktik pertempuran menjadi hal yang penting dalam konflik yang berlangsung ini.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved