Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.502, Turki Bersedia Jadi Tuan Rumah Perundingan Damai
Dalam kunjungan Zelenskyy menemui Erdogan, Turki menyatakan bersedia jadi tuan rumah perundingan damai antara Rusia dan Ukraina.
Ringkasan Berita:
- Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.502, Presiden Turki Erdogan menawarkan Istanbul sebagai lokasi perundingan damai dan didukung oleh Presiden Ukraina Zelenskyy.
- Di tengah upaya diplomasi, AS diperkirakan akan mengirim utusan ke Kyiv setelah Paskah Ortodoks.
- Serangan drone Rusia yang menewaskan warga sipil di Nikopol dan melukai puluhan orang, serta ratusan drone yang diluncurkan ke berbagai wilayah Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.502 pada Minggu (5/4/2026).
Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menegaskan Turki bersedia menjadi tuan rumah putaran negosiasi selanjutnya yang bertujuan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Kantor Presiden Ukraina , setelah pertemuan antara Erdoğan dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, seperti yang dilaporkan oleh Pravda Eropa.
Erdoğan meyakinkan Zelenskyy Turki bersedia memainkan peran penting dalam mencapai perdamaian abadi bagi Ukraina dan mendukung kedaulatan serta integritas wilayah Ukraina.
Presiden Turki juga menegaskan negaranya bersedia menjadi tuan rumah putaran pembicaraan selanjutnya antara delegasi dari Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia.
News.LIVE, sebuah media berita Ukraina, juga merilis sebuah video di mana Zelenskyy, dalam komentar singkat kepada pers setelah bertemu dengan Patriark Ekumenis Bartholomew, mengatakan Erdoğan telah menawarkan Istanbul sebagai tempat untuk pembicaraan tersebut.
"Erdoğan menawarkan Istanbul sebagai tempat perundingan perdamaian – kami bersedia datang. Kami bersedia mengadakan pertemuan tingkat pemimpin dalam format apa pun," katanya, Sabtu (4/4/2026).
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov selama percakapan telepon pada bulan Maret, Turki bersedia menjadi tuan rumah putaran pembicaraan selanjutnya antara Rusia dan Ukraina.
Mengutip Pravda, kemarin dilaporkan Zelenskyy telah mengundang delegasi negosiasi AS ke Kyiv.
Kyrylo Budanov, Kepala Kantor Presiden Ukraina, memperkirakan bahwa delegasi AS mungkin akan mengunjungi Kyiv setelah Paskah Ortodoks.
Baca juga: Rusia Kehilangan Momentum di Ukraina, Serangan Drone Ukraina Ganggu Ekspor Minyak Rusia
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina pecah pada 24 Februari 2022 ketika Moskow melancarkan invasi militer besar-besaran ke wilayah Ukraina. Konflik ini sebenarnya merupakan puncak dari ketegangan panjang yang telah terbangun selama bertahun-tahun antara kedua negara.
Akar persoalan dapat ditelusuri sejak runtuhnya Uni Soviet, saat Ukraina mulai menjalin hubungan lebih erat dengan negara-negara Barat seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat. Kedekatan ini memicu kekhawatiran Rusia karena dianggap dapat mengurangi pengaruhnya di kawasan tersebut.
Ketegangan semakin memanas pada 2014 melalui peristiwa Revolusi Maidan di Kyiv, yang mendorong Ukraina semakin condong ke Barat. Sebagai respons, Rusia mencaplok wilayah Krimea, sementara konflik bersenjata pecah di kawasan Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang diduga mendapat dukungan Rusia.
Situasi tersebut akhirnya berkembang menjadi invasi penuh pada 2022 setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi militer. Rusia menyatakan langkah ini bertujuan melindungi warga berbahasa Rusia di Donbas serta membendung ekspansi NATO.
Langkah ini memicu kecaman luas dari dunia internasional. Negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dan memberikan dukungan militer serta finansial kepada Ukraina. Hingga kini, konflik tersebut masih berlangsung dan menjadi salah satu krisis global terbesar dengan dampak luas di berbagai sektor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Z3L3NSKYY-34545wtew.jpg)