Selasa, 9 Juni 2026

Gempa di Myanmar

Getaran Gempa M 7,7 Myanmar Terasa hingga Bangkok, PM Thailand Gelar Rapat Darurat

Gempa bumi besar mengguncang Myanmar dengan getaran yang terasa hingga Thailand pada Jumat (28/3/2025).

Tayang:
Tangkapan layar YouTube ANI News
GEMPA GUNCANG MYANMAR - Tangkapan layar YouTube ANI News pada Jumat (28/3/2025). Foto ini menunjukkan Sebuah gedung pencakar langit yang sedang dibangun runtuh di Bangkok pada tanggal 28 Maret setelah gempa bumi dahsyat melanda Myanmar 

Shinawatra mengimbau kepada warga untuk tenang dan menghindari bangunan tinggi.

"Perdana Menteri akan segera kembali ke Bangkok dan mengimbau masyarakat untuk menghindari gedung-gedung tinggi, hanya menggunakan tangga, dan tetap tenang," kata kantor PM Thailand.

Ia juga meminta semua instansi pendidikan untuk pulang lebih awal.

"Semua lembaga pemerintah telah diberi pengarahan, dan sekolah-sekolah telah diinstruksikan untuk memulangkan anak-anak lebih awal," tambahnya.

Dampak Gempa di Myanmar

Kantor berita AFP melaporkan dari ibu kota Myanmar, Naypyidaw, bahwa jalanan retak akibat kekuatan gempa.

Tidak hanya itu, gempa juga mengakibatkan beberapa bangunan runtuh.

Seorang petugas dari Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pihaknya saat ini sedang menyusuri Yangon untuk meninjau kerusakan dan menyelamatkan korban.

"Kami telah memulai pencarian dan berkeliling Yangon untuk memeriksa korban dan kerusakan. Sejauh ini, kami belum memiliki informasi," katanya.

Unggahan media sosial dari Mandalay, ibu kota kerajaan kuno Myanmar yang berada di pusat wilayah kekuasaan agama Buddha.

Dalam video tersebut, menunjukkan bangunan-bangunan yang runtuh dan puing-puing berserakan di jalan-jalan kota.

Beberapa orang di kota Mandalay di Myanmar mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka menyaksikan gedung-gedung runtuh setelah gempa.

Seorang saksi mata mengatakan bahwa saat gempa terjadi, ia berlari ke luar rumah dan melihat gedung-gedung di sekitarnya runtuh.

"Kami semua berlarian keluar rumah saat semuanya mulai bergetar," kata saksi mata kepada Reuters. 

"Semua orang di kota saya keluar ke jalan dan tidak ada yang berani kembali ke dalam gedung," tambahnya.

Saksi mata lain di kota itu, Htet Naing Oo, mengatakan kepada Reuters bahwa sebuah kedai teh ambruk.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved