Letak Pangkalan Militer AS, Inggris dan Prancis di Timur Tengah, Beberapa Dekat dengan Iran
Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer AS, Inggris dan Prancis jika ketiganya membantu Israel, tetapi di mana letak pangkalan tersebut?
TRIBUNNEWS.COM – Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis di Timur Tengah jika ketiga negara tersebut menghalangi serangan rudal dan pesawat nirawak Iran ke Israel.
Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat setelah Israel meluncurkan serangan rudal ke sejumlah fasilitas nuklir Iran, menargetkan ilmuwan uranium dan pejabat tinggi pada Jumat (13/6/2025).
Iran membalas dengan serangan udara terhadap Israel.
Mengutip The Independent, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengerahan tambahan jet tempur Inggris ke Timur Tengah sebagai bentuk “dukungan darurat”.
Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, menegaskan bahwa Inggris tidak sedang berperang, meskipun mengirim lebih banyak jet tempur RAF ke wilayah tersebut.
Reeves menyatakan bahwa Inggris dapat memainkan peran militer untuk membela Israel.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa serangan terhadap kepentingan militer Amerika di kawasan akan ditanggapi dengan kekuatan penuh oleh Angkatan Bersenjata AS.
Berikut letak pangkalan militer AS, Inggris dan Prancis di sepanjang Timur Tengah.
Peta Pangkalan Militer Inggris di Timur Tengah
Inggris memiliki tiga pangkalan militer permanen di kawasan Timur Tengah, serta satu pangkalan utama di wilayah Mediterania:
Pangkalan Udara Al Minhad, UEA
Dibuka pada Maret lalu, fasilitas ini menjadi pusat militer Inggris yang relatif kecil namun lengkap, mencakup markas, fasilitas kesejahteraan, dan akomodasi. Namanya diambil dari pilot Perang Dunia II, William Donnelly.
Baca juga: Peta Jarak Iran dan Israel: Situasi di Irak, Suriah, dan Negara Lain yang Kemungkinan Dilalui Rudal
Bahrain dan Oman
Kedua pangkalan ini digunakan oleh Angkatan Laut Inggris sebagai basis operasi permanen.
RAF Akrotiri, Siprus
Pangkalan utama Inggris untuk pengoperasian jet tempur di kawasan Mediterania Timur.
Akses ke Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar
Meski dikelola oleh Amerika Serikat, Inggris memiliki akses untuk menggunakannya jika diperlukan.
Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timur Tengah
Kehadiran militer AS di Timur Tengah merupakan yang paling luas dibanding negara-negara Barat lainnya.
Menurut Council on Foreign Relations, AS mengoperasikan sedikitnya 19 fasilitas militer di kawasan, dengan 8 pangkalan bersifat permanen, yakni di Bahrain, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Pasukan AS telah menjadi target serangan dari kelompok yang didukung Iran sejak meningkatnya konflik di Gaza dan kawasan.
Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada Januari 2024, ketika serangan drone satu arah menghantam Pangkalan Militer Tower 22 di Yordania, dekat perbatasan Suriah, menewaskan tiga tentara AS dan melukai puluhan lainnya.
Washington menyalahkan kelompok Perlawanan Islam di Irak, afiliasi milisi yang didukung Iran.
Pangkalan Militer Prancis di Timur Tengah
Kehadiran militer Prancis di Timur Tengah berfokus pada Pangkalan Udara Al Dhafra, UEA.
Sekitar 650 personel militer Prancis ditempatkan secara permanen di pangkalan ini, menurut Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis.
Selain itu, pasukan Prancis secara berkala melakukan operasi dari wilayah Yordania, khususnya dalam operasi kontra-militan di Suriah dan Irak.
Baca juga: Iran Siap Hantam Balik Israel! Komandan Baru Serukan: Kami Akan Akhiri Semuanya
Akankah AS Terlibat dalam Perang Iran-Israel?
Pada Minggu (15/6/2025), Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa AS tidak terlibat dalam serangan militer Israel terhadap Iran, tetapi tidak menutup kemungkinan keterlibatan di masa mendatang.
Hal ini menyusul laporan bahwa Israel mendesak Washington untuk ikut serta dalam konfrontasi guna menghentikan program nuklir Iran.
Dalam wawancara dengan ABC News, Trump menolak mengonfirmasi apakah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara langsung meminta bantuan militer AS. Namun, ia menyatakan:
“Kami tidak terlibat. Tapi ada kemungkinan kami akan terlibat. Saat ini, kami tidak terlibat,” ujarnya.
Trump juga mengungkapkan bahwa ia melakukan percakapan panjang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu (14/6/2025) untuk membahas konflik Timur Tengah.
“Saya terbuka terhadap gagasan Putin menjadi mediator antara Iran dan Israel,” kata Trump.
“Kami telah berbicara panjang lebar tentang hal ini. Saya yakin ini adalah sesuatu yang bisa diselesaikan.”
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pemandangan-udara-Log-Town-di-Pangkalan-Udara-AS-Al-Udeid-di-Qatar-pada-tahun-2004.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.