Jumat, 15 Mei 2026

Letak Pangkalan Militer AS, Inggris dan Prancis di Timur Tengah, Beberapa Dekat dengan Iran

Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer AS, Inggris dan Prancis jika ketiganya membantu Israel, tetapi di mana letak pangkalan tersebut?

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Foto Departemen Pertahanan AS/Defense Visual Information Center
PANGKALAN MILITER AS - Pemandangan udara "Log Town" di Pangkalan Udara AS Al Udeid di Qatar pada tahun 2004. Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer AS, Inggris dan Prancis jika ketiganya membantu Israel, tetapi di mana letak pangkalan tersebut? 

TRIBUNNEWS.COM – Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis di Timur Tengah jika ketiga negara tersebut menghalangi serangan rudal dan pesawat nirawak Iran ke Israel.

Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat setelah Israel meluncurkan serangan rudal ke sejumlah fasilitas nuklir Iran, menargetkan ilmuwan uranium dan pejabat tinggi pada Jumat (13/6/2025).

Iran membalas dengan serangan udara terhadap Israel.

Mengutip The Independent, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pengerahan tambahan jet tempur Inggris ke Timur Tengah sebagai bentuk “dukungan darurat”.

Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, menegaskan bahwa Inggris tidak sedang berperang, meskipun mengirim lebih banyak jet tempur RAF ke wilayah tersebut.

Reeves menyatakan bahwa Inggris dapat memainkan peran militer untuk membela Israel.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa serangan terhadap kepentingan militer Amerika di kawasan akan ditanggapi dengan kekuatan penuh oleh Angkatan Bersenjata AS.

Berikut letak pangkalan militer AS, Inggris dan Prancis di sepanjang Timur Tengah.

Peta Pangkalan Militer Inggris di Timur Tengah

PANGKALAN MILITER INGGRIS - Tangkap layar The Independent yang diambil pada 16 Juni 2025, memperlihatkan letak pangkalan militer Inggris di Timur Tengah
PANGKALAN MILITER INGGRIS - Tangkap layar The Independent yang diambil pada 16 Juni 2025, memperlihatkan letak pangkalan militer Inggris di Timur Tengah (Tangkap layar The Independent)

Inggris memiliki tiga pangkalan militer permanen di kawasan Timur Tengah, serta satu pangkalan utama di wilayah Mediterania:

Pangkalan Udara Al Minhad, UEA

Dibuka pada Maret lalu, fasilitas ini menjadi pusat militer Inggris yang relatif kecil namun lengkap, mencakup markas, fasilitas kesejahteraan, dan akomodasi. Namanya diambil dari pilot Perang Dunia II, William Donnelly.

Baca juga: Peta Jarak Iran dan Israel: Situasi di Irak, Suriah, dan Negara Lain yang Kemungkinan Dilalui Rudal

Bahrain dan Oman

Kedua pangkalan ini digunakan oleh Angkatan Laut Inggris sebagai basis operasi permanen.

RAF Akrotiri, Siprus

Pangkalan utama Inggris untuk pengoperasian jet tempur di kawasan Mediterania Timur.

Akses ke Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar

Meski dikelola oleh Amerika Serikat, Inggris memiliki akses untuk menggunakannya jika diperlukan.

Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timur Tengah

PANGKALAN MILITER AS - Tangkap layar The Independent yang diambil pada 16 Juni 2025, memperlihatkan letak pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah
PANGKALAN MILITER AS - Tangkap layar The Independent yang diambil pada 16 Juni 2025, memperlihatkan letak pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah (Tangkap layar The Independent)

Kehadiran militer AS di Timur Tengah merupakan yang paling luas dibanding negara-negara Barat lainnya.

Menurut Council on Foreign Relations, AS mengoperasikan sedikitnya 19 fasilitas militer di kawasan, dengan 8 pangkalan bersifat permanen, yakni di Bahrain, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pasukan AS telah menjadi target serangan dari kelompok yang didukung Iran sejak meningkatnya konflik di Gaza dan kawasan.

Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada Januari 2024, ketika serangan drone satu arah menghantam Pangkalan Militer Tower 22 di Yordania, dekat perbatasan Suriah, menewaskan tiga tentara AS dan melukai puluhan lainnya.

Washington menyalahkan kelompok Perlawanan Islam di Irak, afiliasi milisi yang didukung Iran.

Pangkalan Militer Prancis di Timur Tengah

PANGKALAN MILITER PRANCIS - Tangkap layar Google Maps yang diambil pada 16 Juni 2025, memperlihatkan letak pangkalan militer Prancis AlDhafra di UEA.
PANGKALAN MILITER PRANCIS - Tangkap layar Google Maps yang diambil pada 16 Juni 2025, memperlihatkan letak pangkalan militer Prancis AlDhafra di UEA. (Tangkap layar Google Maps)

Kehadiran militer Prancis di Timur Tengah berfokus pada Pangkalan Udara Al Dhafra, UEA.

Sekitar 650 personel militer Prancis ditempatkan secara permanen di pangkalan ini, menurut Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis.

Selain itu, pasukan Prancis secara berkala melakukan operasi dari wilayah Yordania, khususnya dalam operasi kontra-militan di Suriah dan Irak.

Baca juga: Iran Siap Hantam Balik Israel! Komandan Baru Serukan: Kami Akan Akhiri Semuanya

Akankah AS Terlibat dalam Perang Iran-Israel?

Pada Minggu (15/6/2025), Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa AS tidak terlibat dalam serangan militer Israel terhadap Iran, tetapi tidak menutup kemungkinan keterlibatan di masa mendatang.

Hal ini menyusul laporan bahwa Israel mendesak Washington untuk ikut serta dalam konfrontasi guna menghentikan program nuklir Iran.

Dalam wawancara dengan ABC News, Trump menolak mengonfirmasi apakah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara langsung meminta bantuan militer AS. Namun, ia menyatakan:

“Kami tidak terlibat. Tapi ada kemungkinan kami akan terlibat. Saat ini, kami tidak terlibat,” ujarnya.

Trump juga mengungkapkan bahwa ia melakukan percakapan panjang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu (14/6/2025) untuk membahas konflik Timur Tengah.

“Saya terbuka terhadap gagasan Putin menjadi mediator antara Iran dan Israel,” kata Trump.

“Kami telah berbicara panjang lebar tentang hal ini. Saya yakin ini adalah sesuatu yang bisa diselesaikan.”
 
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved