Minggu, 17 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.214, Putin: Rusia dan Ukraina adalah Satu Bangsa yang Harus Bersatu

Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.214, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia dan Ukraina adalah satu bangsa yang harus bersatu.

Tayang:
Foto: Sergei Bobylev, RIA Novosti/Kremlin
PUTIN HADIRI RAPAT - Foto diambil dari Kantor Presiden Rusia, Sabtu (21/6/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam sidang pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg pada Jumat (20/6/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut perkembangan terkini perang Rusia dan Ukraina hari ke-1.214 pada Sabtu (21/6/2025).

Rusia menyerang infrastruktur energi di wilayah Poltava pada Jumat (20/6/2025) malam.

Benturan langsung dan puing-puing yang jatuh terekam di fasilitas infrastruktur energi dan area terbuka di distrik Kremenchuk pada malam hari.

Satu orang mengalami luka sedang, menurut laporan Volodymyr Kohut, penjabat kepala Poltava OVA, melaporkan di saluran Telegramnya pada Sabtu pagi, seperti diberitakan Suspilne.

Putin: Ukraina dan Rusia adalah Satu Bangsa

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ia yakin Ukraina dan Rusia adalah bangsa yang sama.

Ia juga memperingatkan bahwa pasukan Rusia yang maju dapat merebut kota Sumy di Ukraina utara sebagai bagian dari upaya untuk membentuk zona penyangga di sepanjang perbatasan.

Sebelumnya, Putin mengatakan kepada forum ekonomi utama Rusia di St Petersburg bahwa ia menganggap orang Rusia dan Ukraina sebagai satu bangsa dan mengatakan, "Dalam pengertian itu seluruh Ukraina adalah milik kita". 

Ukraina Kecam Pernyataan Putin

Menteri luar negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengecam pernyataan presiden Rusia pada hari Jumat sebagai bukti "penghinaan" Rusia terhadap upaya perdamaian AS.

Ia mengatakan Rusia bertekad untuk merebut lebih banyak wilayah dan membunuh lebih banyak warga Ukraina.  

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.213, Menlu Ukraina: Perang Israel-Iran Ungkap Kemunafikan Putin

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah berulang kali menolak anggapan bahwa orang Rusia dan Ukraina adalah satu bangsa. 

Zelensky mengatakan para komandan telah membahas tindakan Rusia di wilayah Sumy dan "kami menahan mereka dan melenyapkan para pembunuh ini".

Putin Menuntut "Sikap Netral" Ukraina

Vladimir Putin mengklaim bahwa ia tidak mempertanyakan kemerdekaan Ukraina atau perjuangan rakyatnya untuk kedaulatan.

Ia mengingatkan bahwa ketika Ukraina mendeklarasikan kemerdekaan saat Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, negara itu juga menyatakan kenetralannya. 

Ia mengatakan Rusia ingin Ukraina menerima kenyataan di lapangan – di mana Rusia sekarang menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina – jika ingin ada peluang perdamaian. 

Zelensky: Rusia secara Terbuka Ingin Melanjutkan Perang

Setelah Putin menyatakan pernyataannya pada hari Jumat, Zelensky mengatakan hal itu menunjukkan bahwa Rusia secara terbuka dan sangat sinis bahwa mereka 'tidak ingin' menyetujui gencatan senjata. 

"Rusia ingin melanjutkan perang,” kata Zelensky dalam pidato malamnya pada hari Jumat.

Sementara itu, menteri luar negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengatakan Putin menghina upaya Amerika Serikat yang ingin mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.

“Pernyataan sinis Putin menunjukkan penghinaan total terhadap upaya perdamaian AS. Sementara Amerika Serikat dan seluruh dunia telah menyerukan diakhirinya pembunuhan dengan segera, penjahat perang utama Rusia membahas rencana untuk merebut lebih banyak wilayah Ukraina dan membunuh lebih banyak warga Ukraina," tulisnya di X.

Rusia-Ukraina Tukar Tawanan Perang

Rusia dan Ukraina bertukar lebih banyak tentara yang ditangkap pada hari Jumat, yang merupakan pertukaran terbaru dalam serangkaian pertukaran tahanan yang disetujui pada pembicaraan damai di Istanbul awal bulan ini. 

"Sekelompok prajurit Rusia dikembalikan dari wilayah yang dikuasai oleh rezim Kyiv. Sebagai gantinya, sekelompok tahanan perang Ukraina diserahkan," kata kementerian pertahanan Rusia.

Seorang reporter Agence France-Presse melihat tahanan perang Ukraina yang dibebaskan disambut oleh kerabat yang menangis setelah turun dari bus. 

Zelensky mengatakan sebagian besar orang Ukraina yang dibebaskan dalam pertukaran itu telah ditawan Rusia selama lebih dari dua tahun. 

Sementara itu, orang-orang Rusia mengunggah video tentara Rusia dengan seragam militer meneriakkan "Rusia, Rusia" dengan bendera Rusia menutupi mereka. 

Tidak ada pihak yang mengatakan berapa banyak tentara yang dibebaskan dalam pertukaran hari Jumat itu.

Zelensky: Ukraina Mengembangkan Pesawat Nirawal Pencegat

Zelensky mengatakan Ukraina tengah berupaya mengembangkan pesawat nirawak pencegat dengan cepat.

Pengembangan itu bertujuan melawan kawanan pesawat nirawak Rusia yang telah menyerbu kota-kota Ukraina dalam jumlah yang semakin banyak dalam beberapa minggu terakhir. 

“Beberapa perusahaan domestik kami – dan, karenanya, berbagai jenis pesawat nirawak – telah membuahkan hasil,” katanya. 

“Volume produksi pesawat nirawak pencegat sudah meningkat," lanjutnya, seperti diberitakan The Guardian.

Sebelumnya, Ukraina melaporkan setidaknya pasukan Rusia telah mengerahkan lebih dari 400 pesawat nirawak dalam satu malam.

Putin Tak Rusia Jatuh ke Dalam Resesi Ekonomi

Vladimir Putin mengatakan Rusia tidak boleh dibiarkan jatuh ke dalam resesi karena beberapa orang di pemerintahannya memperingatkan akan adanya pukulan terhadap pertumbuhan ekonomi. 

"Beberapa spesialis dan pakar menunjuk pada risiko stagnasi dan bahkan resesi," katanya di forum St. Petersburg pada hari Jumat. 

"Ini tidak boleh dibiarkan terjadi dalam keadaan apa pun," tambahnya.

Rusia membukukan ekspansi triwulanan paling lambat dalam dua tahun untuk triwulan pertama tahun 2025.

Para analis telah memperingatkan investasi publik yang besar dalam industri pertahanan tidak lagi cukup untuk menjaga pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved