Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

20 Drone Ukraina Ditembak Jatuh Rusia saat Gencatan Senjata Hari Kemenangan Berlaku

Rusia mengaku mencegat puluhan drone Ukraina yang menargetkan Moskow hanya beberapa jam setelah gencatan senjata

Tayang:
Editor: Salma Fenty
Kremlin.ru
PERANG RUSIA-UKRAINA - Presiden Rusia Vladimir Putin menjawab pertanyaan dari perwakilan media massa di hari terakhir kunjungannya di Tajikistan, 10 Oktober 2025. Rusia mengaku mencegat puluhan drone Ukraina yang menargetkan Moskow hanya beberapa jam setelah gencatan senjata (Vladimir Smirnov, TASS) 

 

Ringkasan Berita:
  • Rusia mengklaim mencegat puluhan drone Ukraina yang menyerang Moskow saat gencatan senjata Hari Kemenangan mulai berlaku.
  • Moskow memperingatkan warga sipil dan diplomat asing untuk meninggalkan Kiev di tengah ancaman eskalasi serangan.
  • Ukraina dan Rusia saling tuding melanggar gencatan senjata, sementara Kremlin menegaskan penghentian sementara pertempuran tetap berlaku hingga 9 Mei.

 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia mengatakan pihaknya berhasil mencegat puluhan pesawat tak berawak (drone) Ukraina yang menargetkan Moskow beberapa jam setelah gencatan senjata dua hari yang diumumkan sepihak mulai berlaku pada Jumat (8/5/2026).

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, melaporkan sebanyak 20 drone berhasil dicegat dalam waktu dua jam setelah dimulainya gencatan senjata.

Jumlah tersebut menambah hampir 350 drone Ukraina yang sebelumnya diklaim dihancurkan pasukan Rusia pada Kamis malam.

Di tengah situasi tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia mendesak warga sipil dan staf diplomatik asing meninggalkan Kiev.

Peringatan itu disampaikan menyusul potensi serangan jika Ukraina melancarkan aksi selama masa gencatan senjata berlangsung.

“Kami mengingatkan penduduk sipil Kiev dan staf di misi diplomatik asing sekali lagi tentang perlunya meninggalkan kota pada waktu yang tepat,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, mengutip Al Mayadeen, Sabtu (9/5/2026).

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia juga telah mengeluarkan peringatan evakuasi serupa kepada diplomat asing pada Rabu malam (6/5/2026).

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan negara-negara sekutu agar tidak menghadiri parade Hari Kemenangan Rusia.

Usulan Zelenskyy

Zelensky sebelumnya juga mengusulkan kontra-gencatan senjata mulai 6 Mei, namun usulan itu tidak ditanggapi Moskow.

Kremlin menegaskan gencatan senjata tetap berlaku sepanjang 8 hingga 9 Mei. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Moskow belum memberikan respons terhadap proposal “rezim diam” yang diajukan Kiev.

Di sisi lain, pejabat Rusia menuduh pasukan Ukraina tetap melakukan serangan drone di wilayah Dzhankoy saat gencatan senjata dimulai. Serangan itu disebut menewaskan lima orang.

Gencatan senjata tersebut diumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memperingati 81 tahun kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II, yang menjadi salah satu peringatan nasional paling penting di Rusia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan inisiatif gencatan senjata itu mendapat dukungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam percakapan telepon dengan Putin pada 29 April lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved