Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Bentrok Bersenjata Memanas, Kedutaan Thailand Minta Warganya Segera Angkat Kaki dari Kamboja

Kedubes Thailand mendesak seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan wilayah Kamboja menyusul pecahnya bentrokan bersenjata di perbatasan

Tayang:
Al Jazeera/Angkatan Darat Thailand
SERANGAN KAMBOJA - Asap terlihat di atas SPBU di Ban Phue, Thailand, pada hari Kamis, 24 Juli 2025, setelah Kamboja melancarkan serangan. Akibat konflik yang semakin memanas, Kedubes Thailand mendesak seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan wilayah Kamboja menyusul pecahnya bentrokan bersenjata di perbatasan 

TRIBUNNEWS.COM - Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh mengeluarkan imbauan, mendesak kepada seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan wilayah Kamboja.

Perintah tersebut dirilis menyusul pecahnya bentrokan bersenjata antara pasukan kedua negara di kawasan perbatasan yang masih disengketakan.

Perseteruan antara Thailand dan Kamboja berakar dari sengketa wilayah perbatasan, terutama di sekitar situs warisan budaya dunia, Kuil Preah Vihear dan kompleks kuil kuno lainnya seperti Ta Krabei dan Ta Muen Thom.

Kuil-kuil ini dibangun sebagai tempat pemujaan ratusan tahun lalu, namun setelah masa kolonial, batas wilayah antara Thailand dan Kamboja menjadi kabur. 

Akibatnya, wilayah kuil dan sekitarnya menjadi abu-abu secara hukum dan geopolitik. Hal ini memicu interpretasi yang berbeda dan terus menjadi bahan sengketa hingga kini.

Dalam sebuah pengumuman resmi yang disebarkan melalui akun Facebook resminya, Kedutaan Besar Thailand mengeluarkan seruan yang menandai meningkatnya kekhawatiran pemerintah Thailand atas eskalasi konflik di lapangan.

“Warga negara Thailand yang berada di Kamboja diminta meninggalkan negara tersebut sesegera mungkin, kecuali memiliki alasan yang sangat mendesak untuk tetap tinggal.” ujar Kedutaan Thailand.

Bentrok Jadi Pemicu

Mengutip laporan media lokal Bangkok Post, konflik kembali memanas buntut bentrokan bersenjata di sekitar kawasan perbatasan yang disengketakan, tepatnya di sekitar Kuil Preah Vihear, Ta Krabei, dan Ta Muen Thom pada Kamis (24/7/2025).

Konflik bersenjata dimulai sejak pukul 05.00 pagi waktu setempat, ketika pasukan Thailand diketahui memasang kawat berduri di sekitar kuil Prasat Ta Muen Thom, wilayah Surin, Thailand, yang berdekatan dengan zona sengketa.

Tindakan tersebut dinilai sebagai provokasi langsung, terlebih setelah insiden ledakan ranjau darat sehari sebelumnya yang melukai seorang prajurit Thailand.

Baca juga: Thailand dan Kamboja Saling Serang, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Keduanya

Sekitar pukul 06.00 pagi, bentrokan bersenjata terjadi di wilayah kuil Ta Krabei, dan berlanjut ke area sekitar Preah Vihear pada pukul 07.00. 

Baku tembak dilaporkan berlangsung selama hampir satu jam, dengan keterlibatan pasukan infanteri, senapan otomatis, dan kendaraan lapis baja ringan. Imbas insiden ini sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas

Saling Tuding

Pemerintah Kamboja dengan tegas menyebut bahwa pasukan Thailand telah melakukan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. 

Perdana Menteri Hun Manet menuduh militer Thailand memperluas cakupan serangan secara sepihak dan menyerang posisi militer Kamboja di wilayah Oddar Meanchey, tepatnya di sekitar kuil Preah Vihear dan Ta Krabei.

“Kamboja selalu mempertahankan pendirian untuk menyelesaikan masalah secara damai. Namun kali ini, kami tidak punya pilihan selain merespons dengan kekuatan bersenjata terhadap invasi bersenjata ini,” ujar Hun Manet dalam pernyataan resmi di Facebook.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved