Selasa, 12 Mei 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Darurat Militer Diterapkan, Thailand Gelar Operasi Militer Balas Serangan Kamboja

Angkatan Laut Thailand menggelar operasi militer besar-besaran pada Sabtu (26/7/2025) untuk memukul mundur Kamboja agar tidak masuk ke Provinsi Trat

Tayang:
Tangkapan Layar Facebook Royal Thai Navy
OPERASI MILITER THAILAND - Tangkapan Layar Facebook Royal Thai Navy yang diambil pada Sabtu (26/7/2025) memperlihatkan tim Angkatan Laut Thailand yang tengah menggelar operasi militer besar-besaran untuk memukul mundur Kamboja agar tidak masuk ke Provinsi Trat yang  berada di Thailand bagian timur, berbatasan langsung dengan Kamboja. 

TRIBUNNEWS.COM  - Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja kian memanas usai Angkatan Laut Kerajaan Thailand menggelar operasi militer besar-besaran pada Sabtu (26/7/2025).

Operasi militer bertajuk "Trat Pikhat Pairee 1" atau "Serangan Trat 1" diluncurkan oleh Angkatan Laut Kerajaan Thailand (Royal Thai Navy) di bawah Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi–Trat.

Perseteruan antara Thailand dan Kamboja sebenarnya sudah terjadi beberapa tahun terakhir akibat sengketa wilayah perbatasan, terutama di sekitar situs warisan budaya dunia, Kuil Preah Vihear dan kompleks kuil kuno lainnya seperti Ta Krabei dan Ta Muen Thom.

Kuil-kuil ini dibangun sebagai tempat pemujaan ratusan tahun lalu, namun setelah masa kolonial Inggris batas wilayah antara Thailand dan Kamboja menjadi kabur. 

Akibatnya, wilayah kuil dan sekitarnya menjadi abu-abu secara hukum dan geopolitik.

Meskipun Mahkamah Internasional telah menetapkan kepemilikan wilayah ini kepada Kamboja pada 1962 dan 2013 , ketegangan terus muncul karena Thailand menolak pengakuan penuh atas batas wilayahnya hingga berujung konflik berdarah.

Dalam keterangan resmi yang dikutip laman lokal, Nation Thailand operasi diluncurkan sebagai respons cepat setelah pasukan Kamboja memperluas serangan ke wilayah Ban Chamrak, Provinsi Trat, sekitar pukul 05:10 pagi.

Dalam waktu 30 menit, tepat pukul 05.40, pasukan Thailand dilaporkan berhasil memukul mundur lawan, mencegah musuh melakukan perluasan konflik lebih jauh ke Provinsi Trat yang  berada di Thailand bagian timur, berbatasan langsung dengan Kamboja.

Thailand Darurat Militer

Sehari sebelumnya, Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi–Trat menetapkan darurat militer di delapan distrik yang berbatasan langsung dengan Kamboja.

Di antaranya Mueang Chanthaburi, Tha Mai, Makham, Laem Sing, Kaeng Hang Maew, Na Yai Am, Khao Khitchakut.

Baca juga: Korban Konflik Thailand-Kamboja Bertambah, 32 Orang Tewas, 130 Lebih Terluka

Sementara satu distrik di Provinsi Trat diberlakukan penutupan seluruh titik penyeberangan darat dan laut Thailand–Kamboja serta penutupan pergerakan kendaraan, perdagangan, hingga aktivitas pariwisata.

“Langkah ini diambil untuk menjaga integritas teritorial Thailand dan melindungi warga dari ancaman eksternal,” tulis pernyataan resmi komando pertahanan.

Komando pertahanan menyebut darurat militer diterapkan karena pasukan Kamboja menggunakan senjata berat dan menembus tiga titik di perbatasan Thailand.

Serangan ini dianggap sebagai pelanggaran wilayah dan ancaman langsung terhadap integritas teritorial Thailand.

Oleh karenanya pemerintah Thailand memberlakukan darurat militer dengan tujuan memberi kewenangan penuh pada militer untuk mengambil langkah cepat menjaga perbatasan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved