Rabu, 15 April 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Thailand Vs Kamboja Perang, Peluru Artileri Nyasar ke Laos, Hantam Rumah

Sudah tiga hari dua negara bertetangga di Asia Tenggara, Thailand dan Kamboja, berperang.

|
Penulis: Hasanudin Aco
Kmher Times
KUIL BUDDHA RUSAK - Kuil bagi Umat Buddha di Kamboja yang dilaporkan rusak akibat serangan militer Thailand. 

Militer Thailand menyatakan penyesalan mendalam atas kerusakan tersebut, tetapi mengonfirmasi bahwa peluru tersebut bukan berasal dari pasukan Thailand.

"Thailand telah menggunakan senjata dengan sangat hati-hati untuk mencegah dampak di luar target militer," demikian pernyataan mereka.

Juru bicara tersebut mengatakan insiden di Laos, mengingat jarak dan arahnya, kemungkinan besar direkayasa oleh Kamboja untuk menimbulkan kebingungan di kalangan pejabat Laos.

Ia mengutuk tindakan tersebut, menyerukan agar Kamboja menghentikan aksinya dan memperingatkan bahwa hal itu dapat merusak reputasi internasional mereka.

Angkatan Darat Kerajaan Thailand akan terus berkoordinasi erat dengan otoritas Laos untuk menjaga hubungan Thailand-Laos, Mayor Jenderal Winthai menambahkan.

Kedua negara bertetangga Thailand dan Kamboja sebenarnya sudah lama terlibat dalam pertikaian sengit mengenai wilayah yang dikenal sebagai Segitiga Zamrud.

Ini adalah wilayah perbatasan Thailand, Kamboja, dan Laos tempat berada beberapa kuil kuno.

Pertikaian ini telah berlangsung selama puluhan tahun namun memanas lagi pada  Mei 2025, ketika seorang tentara Kamboja tewas dalam baku tembak.

Perang Hari Ketiga

Ini adalah hari ketiga dua negara itu berperang.

Media Kamboja, Khmer Times melaporkan hingga siang ini, Sabtu (26/7/2025), militer Thailand melanjutkan serangannya ke wilayah Kamboja.

Thailand menyerang Thmor Don, Ta Krabei, Phnom Peuy, O' Khla Khmum, dan O' Smach milik Oddar Meanchey.

Angkatan bersenjata Kamboja telah membalas dengan tindakan defensif yang tegas untuk melindungi kedaulatan nasional.

Letnan Jenderal Maly Socheata, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja, mengonfirmasi hal ini selama jumpa pers, menandai hari ketiga invasi Thailand.

Ia menekankan bahwa  tekanan Thailand tidak akan membuat Kamboja menyerah.

"Pemerintah Kerajaan, angkatan bersenjata, dan rakyat Kamboja bersatu padu dalam mempertahankan setiap jengkal tanah kami," tegas Socheata.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved