Konflik Palestina Vs Israel
Pendiri World Central Kitchen Kunjungi Jalur Gaza dan Israel
Pendiri World Central Kitchen mengunjungi Jalur Gaza dan Israel pada 15 Agustus 2025 sebagai bagian dari misi kemanusiaan yang dijalankan sejak 2023.
TRIBUNNEWS.COM - Jose Andres, direktur dan pendiri World Central Kitchen (WCK), tiba di Jalur Gaza dalam misi kemanusiaan pada hari Jumat (15/8/2025).
Kunjungan darurat ini bertujuan untuk menilai kebutuhan penduduk yang terkena dampak dan memperluas cakupan operasi pemberian makanan bagi ribuan orang yang kelaparan dan membutuhkan.
Kunjungan Jose Andres dikoordinasikan secara intensif oleh pemerintah Amerika Serikat.
Mereka memastikan pengiriman bantuan pangan yang cepat dan efektif ke wilayah-wilayah terdampak paling parah di Jalur Gaza.
World Central Kitchen sebelumnya telah melaksanakan beberapa kampanye bantuan di zona konflik dan bencana di seluruh dunia.
World Central Kitchen sekarang bersiap untuk memperkuat kehadirannya di Gaza melalui dapur lapangan dan jaringan distribusi yang luas.
Dalam kunjungan tersebut, Jose Andres bertemu dengan tim WCK di salah satu dapur lapangan berkapasitas tinggi, sebuah toko roti milik WCK dan dua fasilitas di wilayah Deir al-Balah di Gaza.
Jose Andres pergi dengan tim kecil WCK dan bertemu dengan tim lokal yang memimpin operasional WCK di Gaza.
Manajer Operasional Shadi, Kepala Penjangkauan Komunitas Fady, dan Chef Ibrahim berbagi langkah-langkah yang telah diambil WCK di tingkat lokal untuk beradaptasi dan bertahan.
WCK telah menyediakan lebih dari 145 juta porsi makanan di Gaza dan lebih dari dua juta porsi di Israel sejak awal perang.
Produksi makanan di Gaza saat ini sekitar 200.000 porsi setiap hari, tetapi kegiatan memasak telah sangat berkurang tahun ini karena pasokan makanan terhenti atau terbatas.
Baca juga: Gaza Kritis, Dilanda Wabah Penyakit Kulit Mematikan Hingga Ancam Nyawa Jutaan Pengungsi
WCK berupaya meningkatkan produksi dengan cepat hingga mencapai angka yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni satu juta makanan panas per hari.
Rencana tersebut membutuhkan peningkatan menjadi lima dapur lapangan berkapasitas tinggi dan persediaan bahan makanan untuk melengkapi dapur masyarakat di Gaza.
WCK juga membutuhkan akses pasokan makanan melalui jalur masuk bantuan yang seharusnya mengizinkan 100 truk per hari dan impor bahan bakar secara langsung.
Selain Gaza, Jose Andres juga mengunjungi Israel selatan di Kibbutz Re'im yang menjadi lokasi serangan kelompok perlawanan Palestina, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) pada 7 Oktober 2023.
Jose Andres juga mengunjungi lokasi festival musik Nova yang juga menjadi titik serangan operasi tersebut.
Ia menegaskan WCK bertugas untuk memberikan makanan kepada warga Palestina dan Israel.
"Kami berpihak pada kemanusiaan dan memberi makan orang-orang," kata Jose.
"Kami menyerukan belas kasih, cinta, dan kepedulian bagi warga Palestina dan Israel. Kami sangat yakin bahwa dalam situasi terburuk, sisi kemanusiaan terbaik akan muncul. Kami terus menyerukan gencatan senjata, pembebasan para sandera, dan diakhirinya kekejaman dan penderitaan ini di semua pihak," jelasnya.
Ketika perang besar Israel–Hamas meletus pada 7 Oktober 2023, jutaan warga sipil Gaza tiba-tiba terjebak dalam krisis kemanusiaan yang akut setelah Israel membombardir Gaza dan menutup jalur masuk bantuan dengan klaim menekan Hamas.
Pada hari itu, kelompok perlawanan Palestina membobol pertahanan Israel di selatan dan menahan sekitar 250 orang, hingga per 22 Juni 2025, Israel menyebut masih ada 50 sandera yang ditahan oleh kelompok perlawanan di Jalur Gaza.
Israel menyalahkan Hamas atas kehancuran dan kelaparan di Jalur Gaza.
Hamas menyatakan operasi itu sebagai perlawanan terhadap pendudukan Israel di tanah Palestina sejak pendirian "Israel" pada Mei 1948 dan upaya pengambilalihan kompleks Masjid Al-Aqsa.
Pemblokiran jalur masuk bantuan tersebut mengakibatkan lebih dari 101 orang tewas karena kelaparan termasuk 80 anak-anak, per 22 Juli 2025.
Di tengah keterbatasan bahan makanan akibat blokade Israel, sebuah organisasi bantuan internasional bernama World Central Kitchen (WCK) segera hadir di Gaza.
Pada akhir Juli 2025, Israel membuka kembali jalur bantuan dan membentuk Gaza Humanitarian Foundation (GHF) untuk menyalurkan kebutuhan pokok.
GHF memiliki titik operasional di beberapa lokasi, antara lain Tal al-Sultan (Rafah, Gaza selatan), Saudi Neighborhood (permukiman di Rafah selatan), Khan Younis (tengah-selatan Gaza), dan Wadi Gaza (barat Gaza tengah, dekat Kota Gaza).
Badan ini mulai beroperasi sejak 26 Mei 2025 dan mengambil alih fungsi ratusan titik distribusi yang sebelumnya dijalankan oleh MIKO PBB.
Namun, pasukan Israel menembaki ratusan warga Palestina yang tengah mencari bantuan di dekat lokasi GHF, lapor Al Jazeera.
Setidaknya 61.776 warga Palestina telah tewas dalam perang genosida Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, kata Kementerian Kesehatan pada hari Kamis (14/8/2025).
Selain itu 54 jenazah, termasuk empat yang ditemukan di bawah reruntuhan, dibawa ke rumah sakit pada hari itu, sementara 831 orang terluka, sehingga jumlah total korban luka menjadi 154.906 sejak perang dimulai, lapor Anadolu Agency.
World Central Kitchen
Didirikan oleh Chef José Andrés pada tahun 2010, WCK memang memiliki misi sederhana namun vital, yaitu memberi makan orang lapar di tengah bencana dan konflik.
Sejak berdiri, WCK telah hadir di lebih dari 45 negara — dari korban gempa Haiti, perang di Ukraina, hingga badai di Amerika Serikat.
Di Gaza, WCK mulai beroperasi segera setelah perang pecah pada Oktober 2023.
Mereka bekerja sama dengan relawan lokal untuk membuka dapur umum, membagikan makanan siap saji, dan berusaha memastikan keluarga-keluarga yang terisolasi tetap memiliki akses pangan.
Tidak hanya mengandalkan jalur darat yang terbatas, pada Maret 2024, WCK bahkan meluncurkan misi bantuan lewat laut dari Siprus ke Gaza, yang kemudian disebut sebagai “jembatan makanan kemanusiaan pertama menuju Gaza dalam puluhan tahun.”
Namun, perjalanan kemanusiaan ini penuh risiko, terutama di tengah pertempuran yang berlangsung di Gaza.
Pada 1 April 2024, konvoi bantuan WCK menjadi target serangan udara Israel.
Tujuh relawan tewas, padahal kendaraan mereka telah ditandai dengan jelas dan koordinasi sudah dilakukan dengan pihak militer Israel, yang memicu kecaman global.
Jose Andres menegaskan serangan itu bukan sekadar “kecelakaan” melainkan penghancuran sistematis terhadap tim bantuan, lapor BBC.
Meski sempat menghentikan operasi, WCK akhirnya melanjutkan misi di Gaza karena kebutuhan makanan tetap mendesak.
Tujuan WCK di Gaza tetap sama yaitu memberi makan orang lapar, mengurangi risiko kelaparan massal, dan memastikan anak-anak serta keluarga yang paling rentan bisa bertahan hidup.
Jose Andres menekankan, “Kami bukan organisasi politik. Kami hanya memberi makan orang yang lapar.”
Jose Andres
José Ramón Andrés Puerta, atau yang lebih dikenal sebagai José Andrés, lahir pada 13 Juli 1969 di Mieres, Asturias, Spanyol, dan dibesarkan di dekat Barcelona.
Sejak kecil, ia sudah akrab dengan dapur dan dunia masak-memasak.
Di usia 15 tahun, ia mendaftar di sekolah kuliner bergengsi School of Hospitality in Barcelona.
Perjalanan kariernya dimulai dengan bekerja di restoran terkenal di Spanyol, termasuk di bawah asuhan Ferran Adrià di El Bulli, salah satu restoran paling inovatif di dunia.
Dari sinilah José belajar bahwa memasak bukan sekadar soal rasa, tapi juga seni, ilmu, dan kreativitas.
Pada 1991, José Andrés pindah ke Amerika Serikat dengan hanya membawa $50 dan koper kecil.
Kariernya menanjak cepat di Washington D.C., di mana ia memperkenalkan konsep tapas (hidangan kecil khas Spanyol) ke publik Amerika.
Ia kemudian mendirikan ThinkFoodGroup, yang menaungi berbagai restoran inovatif miliknya, dikutip dari website WCK.
Namun, titik balik terbesar dalam hidupnya bukan hanya dunia kuliner, melainkan aksi kemanusiaan.
Pada tahun 2010, setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Haiti, José Andrés terjun langsung untuk membantu korban.
Dari pengalaman itu lahirlah World Central Kitchen (WCK) — sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada misi sederhana tapi mendesak yaitu memberikan makanan cepat, bergizi, dan layak bagi orang-orang yang terkena bencana alam maupun konflik bersenjata.
Sejak saat itu, WCK telah hadir di lebih dari 45 negara — mulai dari memberi makan korban badai di Amerika, korban perang di Ukraina, hingga keluarga yang terjebak dalam krisis kemanusiaan di Gaza.
José Andrés pun mendapat pengakuan dunia: ia masuk daftar TIME 100 Most Influential People, menerima penghargaan National Humanities Medal dari Presiden Barack Obama, hingga sempat dinominasikan untuk Nobel Perdamaian.
Kini, José Andrés tinggal di Amerika Serikat bersama keluarganya.
Meski dikenal sebagai koki ternama dengan banyak restoran, ia lebih sering muncul di garis depan bencana dunia dengan jaket relawan WCK, membuktikan makanan bisa menjadi senjata paling ampuh melawan kelaparan, keputusasaan, dan konflik.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jose-Andres-direktur-dan-pendiri-World-Central-Kitchen-45345.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.