Kamis, 8 Januari 2026

WHO Kecam Serangan Israel ke RS Gaza, Akses Kesehatan Jadi Lumpuh

Bangunan utama rumah sakit yang menampung unit gawat darurat, bangsal rawat inap, dan ruang operasi juga ikut luluh lantak. Banyak pasien lagi dirawat

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
X/@SuppressedNws
RS NASSER DIGEMPUR. Gambar dari X/@SuppressedNws, Selasa (26/8/2025). Israel mengebom Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis dengan dua serangan berturut-turut, menewaskan 15 orang, termasuk 4 jurnalis & 1 petugas pertahanan sipil: Mohammad Salama (Al Jazeera), Hossam Al-Masri (Reuters), Maryam Abu Daqqa, Muath Abu Taha. Beberapa lainnya, termasuk jurnalis Hatem Omar, terluka. Serangan udara ganda tersebut menargetkan area resepsionis rumah sakit, yang sudah penuh sesak dengan pasien dan warga sipil yang mengungsi, dan kembali menghantam tepat ketika paramedis dan tim pertahanan sipil bergegas masuk setelah ledakan pertama. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dunia kembali diguncang kabar memilukan dari Gaza. RS Nasser Gaza salah satu fasilitas kesehatan terbesar di wilayah itu, dilaporkan menjadi sasaran serangan Israel pada pagi hari. Serangan ini menelan korban jiwa dan memperburuk krisis kemanusiaan.

Baca juga: Upaya Gencatan Senjata Gaza Sejak 2023–2025: Kesepakatan Gagal, Kota Jadi Kuburan, dan Dunia Bungkam

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menerima laporan bahwa sedikitnya 20 orang tewas, termasuk empat tenaga kesehatan dan lima jurnalis.  Selain itu, 50 orang lainnya mengalami luka-luka, di antaranya pasien kritis yang sebelumnya sedang menjalani perawatan.

Bangunan utama rumah sakit yang menampung unit gawat darurat, bangsal rawat inap, dan ruang operasi juga ikut terdampak. Tangga darurat yang seharusnya menjadi jalur penyelamat rusak parah akibat hantaman serangan.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan kecaman keras melalui akun X miliknya. Ia menegaskan bahwa kondisi di Gaza semakin mengerikan karena akses warga terhadap layanan kesehatan yang sudah terbatas kini dilumpuhkan oleh serangan berulang.

“Sementara orang-orang di Gaza kelaparan, akses mereka yang sudah terbatas terhadap perawatan kesehatan semakin dilumpuhkan oleh serangan berulang-ulang,” kata Tedros, Selasa(26/8/2025).

Tedros menambahkan bahwa komunitas internasional tidak boleh tinggal diam melihat tragedi kemanusiaan ini. “Kita tidak bisa berhenti berteriak: HENTIKAN serangan terhadap pelayanan kesehatan. Gencatan senjata sekarang juga!” tegasnya.

Serangan ini tak hanya menghancurkan gedung rumah sakit, tetapi juga menghantam sisi kemanusiaan yang paling mendasar.  Empat tenaga kesehatan yang tengah berjuang menyelamatkan nyawa pasien ikut menjadi korban. 

Lima jurnalis yang bertugas melaporkan fakta di lapangan juga kehilangan nyawa. Kondisi ini menunjukkan bagaimana konflik bersenjata tidak hanya menargetkan pihak-pihak yang berperang.

Tetapi juga memakan korban dari kalangan yang seharusnya dilindungi: tenaga kesehatan, pasien, dan jurnalis.

Baca juga: Israel Akui Bom RS Nasser Gaza, 6 Jurnalis Tewas, Total 246 Wartawan Jadi Martir Sejak 7 Oktober

Situasi di Gaza kini berada pada titik kritis. Ribuan warga hidup dalam ketakutan, tanpa kepastian kapan serangan berikutnya akan datang. 

Rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru berubah menjadi target berulang. Keterbatasan pasokan makanan, obat-obatan, dan fasilitas medis membuat masyarakat sipil semakin rentan.  Kondisi pasien kritis yang kehilangan akses terhadap layanan kesehatan berisiko memperbesar angka kematian.

Seruan gencatan senjata semakin nyaring terdengar dari berbagai pihak, termasuk lembaga kemanusiaan internasional.  Serangan terhadap fasilitas kesehatan tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga merobek nilai kemanusiaan universal.

Baca juga: 1,2 Miliar Anak Mendapat Hukuman Fisik dari Orang Tua dengan Alasan Disiplin, WHO Ingatkan Bahayanya

Tedros menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa dunia tidak boleh menormalisasi tragedi ini.  Serangan terhadap rumah sakit dan tenaga medis adalah pelanggaran serius yang harus segera dihentikan.

 

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

asia sustainability impact consortium

Follow our mission at www.esgpositiveimpactconsortium.asia

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved