Minggu, 19 April 2026

Konflik Korea

Kunjungan ke China, Presiden Korsel Minta Xi Jinping Mediasi Konflik dengan Korut

Presiden Korsel secara khusus meminta Presiden China Xi Jinping untuk berperan sebagai mediator hubungan Korea Selatan dengan Korea Utara

Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
KCNA/Yonhap/Korea Times
CHINA KOREA UTARA - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, kiri, berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di Beijing, Kamis, 4 September 2025, Di kunjungannya ke China pada pekan ini, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, meminta Presiden China, Xi Jinping, untuk berperan sebagai mediator dalam upaya Korea Selatan membangun kembali hubungannya dengan Korea Utara . 

Ringkasan Berita:
  • Di Kunjungannya ke China, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung meminta Presiden China Xi Jinping menjadi mediator untuk membuka kembali dialog antara Korsel dan Korea Utara yang masih buntu
  • China menanggapi dengan sikap hati-hati, mengapresiasi upaya Seoul namun menekankan pentingnya kesabaran, terutama terkait isu denuklirisasi Korea Utara
  • Kunjungan ini sekaligus jadi langkah terbaru Lee Jae-myung untuk memprioritaskan pemulihan hubungan regional, khususnya dengan China dan Korea Utara

TRIBUNNEWS.COM - Di kunjungannya ke China pada pekan ini, Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menekankan bahwa pemulihan hubungan negaranya dengan sejumlah negara di sekitarnya menjadi prioritas utama.

Prioritas ini juga menjadi agenda utama dalam kunjungannya ke Negeri Tirai Bambu kali ini.

Dalam keterangannya kepada media Korea Selatan di Shanghai pada Rabu (7/1/2026), Lee menyatakan adanya kemajuan signifikan dalam upaya pemulihan kepercayaan antara Seoul dan Beijing

Lee bahkan secara khusus meminta Presiden China, Xi Jinping, untuk berperan sebagai mediator dalam upaya Korea Selatan membangun kembali hubungannya dengan Korea Utara.

Dikutip dari Asahi Shimbun, Lee mengungkapkan bahwa dirinya telah memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan Seoul untuk memperbaiki hubungan dengan Pyongyang kepada Xi Jinping

Namun demikian, sejauh ini upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan.

Karena hal inilah, Lee meminta Xi Jinping untuk ikut berperan menjadi mediator dua negara Korea tersebut.

Adapun penunjukan Xi ini didasari oleh status China sebagai mitra dagang terbesar sekaligus pendukung diplomatik utama bagi Korea Utara.

Oleh karena itu, Korea Selatan dan Amerika Serikat berulang kali meminta Beijing menggunakan pengaruh uniknya untuk membujuk Korea Utara agar kembali ke meja diplomasi.

Xi Jinping sendiri menurut Lee Jae-myung masih memertimbangkan usulannya tersebut.

Pada intinya, pemerintah China meminta Korea Selatan untuk tetap bersabar dalam menjalin kembali hubungannya dengan Korea Utara terutama dalam topik denuklirisasi.

"Presiden Xi mengakui upaya kami dan menyampaikan bahwa kesabaran sangat diperlukan dalam menangani masalah nuklir Korea Utara," ujar Lee dalam siaran televisi nasional.

Baca juga: Pesan Tahun Baru Kim Jong Un: Tentara Korea Utara Terus Jadi Pilar di Perang Rusia-Ukraina

Kunjungan kenegaraan ini merupakan pertemuan kedua antara Lee dan Xi dalam waktu kurang dari tiga bulan. 

Lee sendiri terus berupaya membuka "fase baru" dalam hubungan antara Korea Selatan dengan China setelah sempat mendingin selama beberapa tahun.

Ketegangan sebelumnya dipicu oleh sengketa pengerjaan sistem pertahanan rudal Amerika Serikat (THAAD) di Korea Selatan pada 2017, yang menyebabkan boikot terhadap produk budaya populer Korea di China.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved