Rabu, 13 Mei 2026
Deutsche Welle

Israel Hentikan Armada Bantuan ke Gaza di Perairan Internasional

Israel mencegat puluhan kapal dalam misi kemanusiaan internasional yang berupaya menembus blokade Israel atas Jalur Gaza. Pemerintah…

Tayang:
Deutsche Welle
Israel Hentikan Armada Bantuan ke Gaza di Perairan Internasional 

Kementerian Luar Negeri Israel pada Kamis (30/04) menyatakan bahwa lebih dari 20 kapal yang membawa bantuan dengan sekitar 175 aktivis di dalamnya dihentikan saat berlayar menuju Jalur Gaza. Armada tersebut dicegat di perairan internasional dekat Yunani sebelum mencapai tujuannya.

Para aktivis diperkirakan akan dibawa ke Yunani melalui koordinasi dengan pihak berwenang setempat, setelah rencana awal untuk membawa mereka ke Israel dibatalkan.

Misi ini dikenal sebagai Global Sumud Flotilla, sebuah inisiatif internasional yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza. Aksi tahun ini dilakukan menyusul pencegatan armada serupa yang melibatkan sekitar 45 kapal pada tahun lalu.

Penyelenggara menyatakan misi kali ini melibatkan lebih dari 70 kapal dan sekitar 1.000 peserta dari berbagai negara, menjadikannya upaya terbesar sejauh ini untuk menembus blokade laut menuju Gaza.

Kapal-kapal dalam misi tersebut diberangkatkan pada akhir April dari sejumlah pelabuhan di Eropa, termasuk Barcelona di Spanyol, sebelum bergabung di Laut Mediterania dalam perjalanan menuju Gaza.

Warga Palestina serta lembaga bantuan internasional menegaskan bahwa pasokan yang saat ini masuk ke Jalur Gaza masih jauh dari kebutuhan penduduk.

Peserta misi: "Ini adalah pembajakan"

Menurut penyelenggara Global Sumud Flotilla, angkatan laut Israel menyita sedikitnya 15 kapal di dekat Pulau Kreta, ratusan mil dari wilayah Gaza.

Para peserta misi menyatakan bahwa pasukan Israel melakukan penyergapan terhadap kapal-kapal tersebut pada malam hari, merusak mesin, serta menahan sejumlah orang ketika kapal masih berada di perairan internasional.

"Kapal kami didekati kapal cepat militer yang menyatakan diri sebagai milik Israel, menggunakan laser dan senjata serbu yang diarahkan ke peserta, kemudian memerintahkan para partisipan untuk berkumpul di bagian depan kapal dan berlutut dengan tangan di atas kepala,” tulis organisasi tersebut dalam pernyataan di platform X.

Kelompok itu juga menyebut sistem komunikasi mereka diganggu, sementara beberapa kapal ditinggalkan dalam kondisi tidak dapat bernavigasi setelah peralatannya dirusak.

"Ini adalah pembajakan,” kata kelompok tersebut dalam pernyataannya. "Ini merupakan penangkapan yang melawan hukum di laut lepas dekat Kreta, sebuah tindakan yang menurut kami menunjukkan bahwa Israel dapat beroperasi dengan impunitas penuh, jauh melampaui wilayahnya sendiri, tanpa menghadapi konsekuensi apa pun,” tambah mereka.

Israel menyatakan pihaknya bertindak sebelum armada tersebut mencapai perairan teritorial Israel karena besarnya jumlah kapal yang terlibat, serta menegaskan bahwa operasi tersebut dilakukan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon mengatakan armada tersebut "dihentikan sebelum memasuki wilayah kami” dan menyebut para peserta sebagai provokator yang mencari sorotan publik.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji operasi angkatan laut tersebut dan menyatakan bahwa Israel berhasil mencegah armada mencapai Gaza.

Penyelenggara menyebut misi Global Sumud Flotilla sebagai mobilisasi sipil lintas negara terbesar melalui jalur laut untuk Palestina hingga kini. Mereka juga mengatakan sejumlah kapal lain berhasil mencapai perairan yang aman dan akan berupaya melanjutkan perlawanan terhadap blokade Israel.

Mengapa armada internasional ini berlayar ke Gaza?

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved