Kenapa UE Anggap Panel Surya Cina sebagai Ancaman Keamanan?
Melesatnya perkembangan PLTS Eropa selama ini didukung panel surya asal Cina. Namun pakar mengingatkan bahwa teknologi tersebut mengancam…
Menurut Loom, Cina mengekspor 98% panel surya dan 88?terai lithium-ion ke Eropa.
Loom memperingatkan bahwa fungsi pengendali jarak jauh yang terhubung dengan teknologi energi tersebut berpotensi menciptakan kerentanan pada seluruh sistem tenaga listrik.
Dominasi teknologi ramah lingkungan Cina di Eropa
Brussels kian bertindak tegas atas impor teknologi Cina yang dinilai berisiko. Pada bulan Maret, Komisi Eropa memaparkan RUU Akselerator Industri, yang bertujuan mengarahkan lebih banyak pendanaan pada teknologi-teknologi hijau buatan Eropa, termasuk baterai dan kendaraan listrik.
Komisi Eropa juga memaparkan revisi RUU Keamanan Siber yang memberikan wewenang lebih besar kepada Brussel untuk membatasi keterlibatan perusahaan-perusahaan Cina pada infrastruktur kritis seperti infrastruktur komunikasi atau pemasok energi di seluruh negara anggota Uni Eropa.
Lewat kebijakan terbarunya, dana Uni Eropa yang dikelola langsung oleh Komisi dan lembaga-lembaga seperti Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan tidak lagi dapat digunakan untuk membeli inverter surya buatan Cina.
Pembatasan tersebut tidak berlaku untuk pembelian yang dilakukan secara langsung oleh negara-negara anggota Uni Eropa. Inverter buatan Cina yang sudah terpasang di seluruh Eropa dapat tetap beroperasi.
"Ini adalah langkah ke arah yang benar,” kata Westphal, "Tapi kami tidak melarang inverter buatan Cina itu dari pasar kami.”
Dapatkah inverter Eropa dapat mengisi kekosongan?
Saat ini, 80% sistem PLTS baru di Eropa bergantung pada inverter buatan Cina, menurut Dewan Manufaktur Panel Surya Eropa.
Jika permintaan tidak diisi oleh produsen Cina maka produsen Eropa harus mengisi kekosongan yang signifikan. Namun, Podewils yakin bahwa pemasok Eropa sudah siap.
"Itu mungkin untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam waktu beberapa bulan hingga mencapai level yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan,” kata Podewils.
Inverter buatan Eropa diperkirakan 2% lebih mahal daripada produk alternatifnya dari Cina, menurut seorang pejabat Komisi Eropa. Namun, Podewils berpendapat bahwa biaya tambahan tersebut dapat dibenarkan.
"Ini seperti biaya asuransi,” katanya merujuk kepada ‘rasa aman' atau perlindungan dari risiko yang ditanggung di masa depan.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Sorta Caroline
Editor: Rizki Nugraha
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle77078096_403.jpg.jpg)