Jumat, 15 Mei 2026
Deutsche Welle

PM Baru Hungaria Magyar Bongkar Kemewahan Pemerintah Orban

Di media sosial, PM Baru Hungaria Peter Magyar sibuk mengungkap gaya hidup mewah pendahulunya Viktor Orban. Dia berjanji mempreteli…

Tayang:
Deutsche Welle
PM Baru Hungaria Magyar Bongkar Kemewahan Pemerintah Orban 

Kedok seorang autokrat biasanya tersingkap setelah jatuh dari kekuasaan—terutama ketika terungkap gaya hidup mewah yang selama ini tersembunyi. Ingatan publik masih merekam jelas kisah diktator Rumania Nicolae Ceausescu atau mantan presiden Ukraina Viktor Yanukovych, ketika foto-foto toilet berlapis emas di kediaman mereka beredar luas. Gambar-gambar itu tertanam kuat dalam memori sejarah kolektif masyarakat.

Kini momen serupa tampaknya tengah dialami Viktor Orban dan para elite dari sistem kekuasaan yang baru saja tumbang di Hungaria. Menjelang pelantikan resmi pemerintahan baru pada Rabu (13/5), Perdana Menteri Peter Magyar sejak Senin (11/5) malam sibuk mengunggah video di Facebook yang menampilkan tur ke kantor resmi Orban di Kastil Buda serta dua kementerian.

Rekaman Magyar menampilkan ruang-ruang raksasa dengan fasilitas mewah—bangunan yang lebih menyerupai istana daripada kantor pemerintahan.

Belum lagi koleksi seni yang memenuhi ruangan. Orban—yang kerap menyebut dirinya "anak desa” —ternyata menghiasi kantornya dengan hampir seratus lukisan bernilai tinggi. Lukisan-lukisan itu dipilih langsung dari koleksi Galeri Nasional Hungaria, seolah memesan dari katalog seni pribadi.

Di hadapan beberapa menteri yang mendampinginya dalam tur tersebut, Magyar menyebut suasana di Kastil Buda menghadirkan "nuansa Ceausescu”. Dia juga bercerita tentang kunjungannya ke rumah sakit dan sekolah negeri yang kondisinya memprihatinkan. Salah satu video tur itu ditonton delapan juta kali hanya dalam sehari—angka yang nyaris menyamai jumlah penduduk Hungaria yang sekitar sepuluh juta jiwa.

Kemarahan dan rasa lega

Bagi pengamat luar, pertunjukan dari istana kekuasaan Orban di tengah ambruknya infrastruktur negara cendrung dipandang sebagai langgam populisme. Namun bagi banyak warga Hungaria, tayangan itu memicu kemarahan—sekaligus rasa lega.

Kemarahan atas budaya mewah elite politik membuncah, meski dipadu kelegaan karena kekuasaan yang dulu tak tersentuh akhirnya ditelanjangi di depan publik.

Reaksi itu hanya bisa dipahami jika melihat kembali tahun-tahun panjang pemerintahan Orban yang bagi banyak warga dipenuhi kesewenang-wenangan, sikap arogan, dan kebijakan yang dianggap merendahkan masyarakat.

Hari penuh simbol

Peter Magyar diprediksi masih akan terus membeberkan dosa-dosa lama pemerintahan Orban. Saat dilantik di parlemen pada Sabtu, 9 Mei 2026, dia menegaskan ambisinya melakukan perubahan sistem secara mendalam.

Tujuan utamanya, kata Magyar, adalah mendamaikan masyarakat Hungaria yang terbelah. Namun rekonsiliasi hanya mungkin tercapai jika keadilan ditegakkan. Dan keadilan, tegasnya, menuntut keberanian untuk mengkaji ulang sistem Orban, baik secara moral maupun hukum.

Langkah itu dimulai pada hari yang oleh Magyar disebut sebagai "Hari Perubahan Sistem”—hari yang sarat simbol.

Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, jurnalis Hungaria dapat kembali meliput secara bebas dari dalam gedung parlemen—sesuatu yang hampir sepenuhnya dilarang pada masa Orban.

Sebagai keputusan pertama, Ketua Parlemen yang baru, Agnes Forsthoffer, memerintahkan agar bendera Uni Eropa kembali dikibarkan di gedung parlemen—dua belas tahun setelah diturunkan.

Pada sidang yang sama, untuk pertama kalinya pula lagu kebangsaan tidak resmi komunitas Roma Hungaria dimainkan di parlemen, dibawakan oleh ansambel anak-anak Roma dan non-Roma.

Pidato pelantikan Magyar sendiri berubah menjadi semacam pengadilan politik terhadap sistem lama—bahkan lebih keras daripada kritik yang pernah terdengar di parlemen Hungaria pada masa transisi demokrasi tahun 1990.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved