Jerman dan Jepang Uji Masa Depan Hidrogen lewat Mobil BMW dan Toyota
Dalam kunjungan ke Jepang, Menteri Transportasi Jerman Patrick Schnieder meninjau berbagai proyek hidrogen untuk menjadikan bahan…
Anak usaha Daimler di Jepang, Fuso juga telah membawa truk hidrogen cair ke Jepang. Fuso baru-baru ini bergabung dengan anak usaha Toyota di sektor kendaraan komersial, Hino. Kini usaha baru bernama Archion itu harus mengoordinasikan penawaran truk hidrogen mereka.
Hampir setahun lalu, Hino meluncurkan truk berat Profia Z yang menggunakan sel bahan bakar dari mobil hidrogen Toyota, Mirai. Namun truk tersebut masih diisi dengan hidrogen terkompresi.
Jerman menargetkan bahwa pada 2030, tiga perempat kendaraan komersial baru akan menggunakan bahan bakar bebas emisi. “Mayoritas akan berbasis listrik baterai, tetapi sebagian lainnya akan menggunakan hidrogen,” kata Menteri Schnieder.
Di sisi lain, Jepang belum menetapkan target serupa.
Archion berupaya membangun sistem agar hidrogen cair dapat tersedia untuk truk di Jepang. Saat ini, Jepang baru memiliki stasiun pengisian hidrogen terkompresi. Hingga kini, truk pertama di Jepang yang menggunakan hidrogen cair, Fuso H2FC, masih berstatus “kendaraan konsep.”
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Felicia Salvina
Editor: Hani Anggraini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle69300342_403.jpg.jpg)