Sabtu, 23 Mei 2026
Deutsche Welle

Siapakah Kevin Warsh, Ketua Bank Sentral AS yang Baru?

Belum pernah ada Ketua Bank Sentral AS yang begitu kontroversial. Dapatkah ia mempertahankan independensinya ataukah malah jadi “boneka”…

Tayang:
Deutsche Welle
Siapakah Kevin Warsh, Ketua Bank Sentral AS yang Baru? 

Di sinilah ia membangun reputasi sebagai "hawk” dalam kebijakan moneter karena secara terbuka mengkritik langkah-langkah yang diambil oleh Ketua Bank Sentral saat itu, Ben Bernanke. "Hawk” dalam kebijakan moneter cenderung bertindak keras terhadap inflasi, mendukung suku bunga tinggi, dan berhati-hati terhadap pelonggaran suku bunga.

Selama krisis keuangan yang dimulai pada 2007, Bernanke menerapkan kebijakan moneter yang sangat longgar, menurunkan suku bunga acuan hingga batas terendah, dan membeli obligasi pemerintah dalam skala besar. Akibat perselisihan dengan Bernanke, Warsh meninggalkan The Fed pada 2011 dan kemudian bekerja di sektor investasi serta di berbagai universitas.

Warsh memiliki kekayaan yang besar.Office of Government Ethics, sebuah lembaga pemerintah yang memeriksa konflik kepentingan pegawai sipil, memperkirakan kekayaan bersih Warsh mencapai 200 juta dolar (Rp3,47 triliun). Ditambah dengan kekayaan istrinya, yang diperkirakan majalah "Forbes” mencapai dua miliar dolar (Rp34,7 triliun).

Bisakah Kevin Warsh ‘memenangkan hati' semua pihak?

Pimpinan baru bank sentral membawa pengalamannya ke dalam Fed serta pemahaman tentang mekanisme dan preferensi Wall Street. Dia juga harus menghindari kesan bahwa kebijakan bank sentral ditentukan oleh Donald Trump.

Jika kesan itu muncul, pasar akan bereaksi, menurut ekonom Kenneth Rogoff, "Jika kemandirian bank sentral coba dihilangkan, pasar akan bertanya: Apa yang sedang mereka rencanakan? Apakah mereka mencoba mempengaruhi kita? Mereka akan segera menaikkan suku bunga yang tentu saja bertentangan dengan apa yang diinginkan pemerintah.”

Ekonom Claudia Sahm yakin, "Sampai titik ini, Warsh harus meyakinkan presiden untuk layak di posisi itu.” Kini ia harus meyakinkan pasar keuangan dan Dewan Bank Sentral bahwa ia akan memimpin dengan baik. "Tidak mungkin ia bisa memuaskan semua pihak,” kata Sahm.

Apa yang akan terjadi dengan suku bunga?

Berdasarkan laporan media, Warsh baru-baru ini mendukung suku bunga yang lebih rendah, sesuai dengan pandangan Donald Trump. Hal ini mengejutkan, karena kondisi ekonomi justru mengarah ke arah sebaliknya. Akibat perang di Iran dan kenaikan harga bahan bakar, inflasi sedang meningkat. Jika bank sentral menurunkan suku bunga acuan, hal ini mungkin akan mendongkrak ekonomi, tetapi juga kian memicu kenaikan harga.

Beberapa anggota Dewan Bank Sentral AS yang berjumlah dua belas orang telah menentang penurunan suku bunga. Jika Kevin Warsh benar-benar ingin segera menerapkan kebijakan Donald Trump, ia harus meyakinkan para Dewan tersebut.

Selain itu, Jerome Powell, yang tidak disukai oleh Trump tidak akan meninggalkan Fed setelah masa jabatannya berakhir. Dalam konferensi pers terakhirnya sebagai Ketua Bank Sentral, ia mengumumkan bahwa ia akan tetap berada di bank sentral sebagai anggota dewan bank sentral.

Karier Powell juga menunjukkan betapa banyaknya hal yang bisa berubah. Donald Trump, yang kini menyebutnya tidak kompeten, bodoh, atau bahkan korup, pada tahun 2017 telah yang mengusulkan Powell untuk menjabat sebagai Ketua Bank Sentral AS.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Sorta Caroline

Editor: Yuniman Farid

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved