Raul Castro dalam bidikan Amerika Serikat – Siapa dia?
Amerika Serikat telah mendakwa mantan presiden Kuba berusia 94 tahun, Raul Castro, dengan tuduhan pembunuhan. Siapa dia?
Meski demikian, potret dirinya kerap terlihat tergantung di dinding—hampir selalu berdampingan dengan Fidel—di kantor-kantor lembaga negara Kuba.
Siapa sosok Raul Castro dan bagaimana perannya dalam sejarah dan masa kini Kuba?
Presiden pada era reformasi dan mencairnya hubungan dengan AS (2008-2018)
Meskipun sejak muda ikut serta dalam perjuangan revolusioner bersama Fidel dan Ernesto "Che" Guevara, kemudian memainkan peran kunci dalam militer Kuba selama beberapa dekade, Raul Castro mencapai puncak pengaruhnya setelah mengambil alih kekuasaan antara 2006 dan 2008.
Dia mewarisi jabatan presiden secara sementara pada 2006 setelah Fidel sakit parah. Dua tahun kemudian dia secara resmi ditunjuk sebagai presiden Kuba.
Berbeda dengan gaya karismatik dan ideologis Fidel Castro, Raul menampilkan citra yang lebih pragmatis dan tidak terlalu gemar berpidato.
Selama masa pemerintahannya ia mendorong reformasi ekonomi yang, meskipun sangat terbatas, merupakan yang terbesar sejak runtuhnya Uni Soviet.
Pemerintahannya memperluas ruang bagi usaha kecil swasta, mengizinkan jual beli rumah dan kendaraan, melonggarkan beberapa pembatasan migrasi, dan mendorong pembukaan pasar secara terbatas.
Dia juga mengurangi sebagian aparat negara yang berjumlah banyak dan mendorong bentuk-bentuk baru pekerjaan swasta.
Reformasi tersebut berjalan berdampingan dengan kelanjutan sistem politik satu partai yang diberlakukan setelah revolusi 1959.
Di bawah kepemimpinan Raul Castro, organisasi internasional hak asasi manusia terus mengkritik kurangnya kebebasan berekspresi dan hak sipil serta politik, serta penindasan terhadap oposisi.
Momen paling penting dalam masa kepresidenannya terjadi pada 2014, ketika ia bersama Presiden AS saat itu, Barack Obama, mengumumkan pencairan hubungan diplomatik antara Kuba dan Amerika Serikat setelah lebih dari setengah abad bermusuhan.
Momen bersejarah tersebut dilanjutkan dengan pembukaan kembali kedutaan, peningkatan hubungan transportasi kedua negara, kontak antara kedua negara, serta kunjungan Obama ke Havana pada 2016—sebuah peristiwa yang belum pernah terjadi sejak revolusi 1959.
Ketika Fidel Castro meninggal pada 2016, Raul memimpin penghormatan resmi. Dia mengumumkan kematian abangnya di televisi, mengatur pemakaman kenegaraan, dan berjanji mempertahankan sistem sosialis.
Namun, keterbukaan ekonomi dan politik berlangsung terbatas dan sebagian proses mulai dibalikkan setelah Donald Trump menjabat pada 2017, setahun sebelum Raul menyerahkan kekuasaan kepada Díaz-Canel.
Rekan seperjuangan Fidel dan Che
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BBC-Indonesia79a64bb0-547e-11f1-9e5e-41ceb78553de.jpg.jpg)