Rabu, 13 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.298: Gara-gara Ucapan Zelensky, Rusia Jeda Negosiasi

Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.298, Rusia menangguhkan negosiasi dengan Kyiv karena Presiden Ukraina Zelensky tuduh Putin ingin rebut seluruh Ukraina.

Tayang:
Kantor Presiden Ukraina
ZELENSKY BERPIDATO - Foto diambil dari Kantor Presiden Ukraina, Selasa (17/6/2025). Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuannya dengan Presiden Austria Alexander Van der Bellen (tidak terlihat dalam foto), Senin (16/6/2025). Pada 12 September 2025, Rusia menghentikan sementara perundingan dengan Ukraina karena Zelensky mengatakan Putin ingin merebut seluruh Ukraina. 

Serangan Rusia menyasar permukiman, fasilitas penting, dan bangunan sosial.

Akibatnya, sebuah menara telekomunikasi, gedung bertingkat, enam rumah warga, sebuah bus, dan sebuah mobil mengalami kerusakan.

Selain itu, pasukan Rusia juga menyerang wilayah tepi kanan Kherson dengan pesawat, artileri, dan drone.

Di PBB, AS Tuduh Rusia Langgar Hukum Internasional

Amerika Serikat menuduh Rusia melanggar hukum internasional dan Piagam PBB setelah sebuah drone Rusia masuk ke wilayah udara Polandia. 

Hal itu disampaikan Penjabat Perwakilan Tetap AS untuk PBB, Dorothy Shea, dalam rapat Dewan Keamanan PBB.

Shea menegaskan bahwa AS akan membela “setiap jengkal wilayah NATO” dan kini sedang berkonsultasi dengan Polandia serta sekutu NATO lainnya berdasarkan Pasal 4 Perjanjian Atlantik Utara.

Ia juga menyoroti bahwa setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska, Rusia justru meningkatkan serangan ke Ukraina yang menewaskan warga sipil dan merusak infrastruktur.

Shea menilai pelanggaran wilayah udara Polandia, disengaja ataupun tidak, menunjukkan kurangnya rasa hormat Rusia terhadap upaya diplomasi. 

Ia mendesak Moskow untuk serius melakukan negosiasi langsung dengan Ukraina agar perang segera berakhir dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas, lapor Suspilne.

Sementara itu, Presiden Trump sebelumnya menyebut insiden drone tersebut mungkin hanya sebuah “kesalahan.”

Dewan Eropa Perpanjang Sanksi untuk Rusia

Dewan Uni Eropa memutuskan memperpanjang sanksi terhadap Rusia hingga 15 Maret 2026.

Sanksi ini berlaku untuk lebih dari 2.500 individu dan entitas, mencakup larangan masuk ke Uni Eropa, pembekuan aset, serta larangan pemberian dana atau sumber daya ekonomi.

Langkah ini diambil sebagai tanggapan atas agresi militer Rusia terhadap Ukraina.

Dalam peninjauan terbaru, satu orang dihapus dari daftar karena meninggal, sementara satu lainnya tidak diperpanjang, meski identitas mereka tidak disebutkan.

Selain itu, Uni Eropa juga sebelumnya memperpanjang sanksi individu hingga 15 September 2025 terhadap lebih dari 2.200 orang dan entitas yang dianggap mengancam kedaulatan Ukraina.

Polandia dan NATO Peringatkan Rusia

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved