Kamis, 23 April 2026

Perusahaan Jepang Gabung Konsorsium Bangun Kabel Bawah Laut Candle Jepang–Indonesia

SoftBank juga telah menandatangani kontrak pasokan dengan Japan Electric Corporation (NEC), dengan target operasional pada 2028

Editor: Eko Sutriyanto
Istimewa
KABEL BAWAH LAUT - Sejumlah perusahaan Jepang bergabung dalam konsorsium internasional untuk membangun kabel bawah laut “Candle” yang akan menghubungkan Jepang dengan Indonesia serta beberapa negara Asia lainnya, termasuk Singapura, Malaysia, Filipina, dan Taiwan 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Sejumlah perusahaan Jepang bergabung dalam konsorsium internasional untuk membangun kabel bawah laut “Candle” yang akan menghubungkan Jepang dengan Indonesia serta beberapa negara Asia lainnya, termasuk Singapura, Malaysia, Filipina, dan Taiwan.

SoftBank menjadi perusahaan terbaru yang mengumumkan keterlibatannya, Senin (22/9/2025).

Raksasa telekomunikasi Jepang itu menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan empat perusahaan, termasuk Meta dari Amerika Serikat, untuk menggarap proyek strategis ini.

SoftBank juga telah menandatangani kontrak pasokan dengan Japan Electric Corporation (NEC), dengan target operasional pada 2028.

Baca juga: Meta Berencana Hubungkan Amerika Serikat dan India dengan Kabel Bawah Laut Terpanjang di Dunia

Kabel Sepanjang 8.000 Km

Proyek Candle akan membentang sekitar 8.000 kilometer, menghubungkan Jepang, Taiwan, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Sistem ini menggunakan 24 pasangan serat optik (dua serat per pasangan), lebih banyak dibandingkan kabel konvensional yang umumnya hanya 16–20 pasangan.

Teknologi ini memungkinkan komunikasi berkapasitas tinggi dengan latensi rendah, menjawab lonjakan kebutuhan data di era AI dan 5G sekaligus menyediakan jalur komunikasi cadangan yang lebih aman.

Di Jepang, titik pendaratan kabel akan berada di SoftBank Maruyama International Relay Station, Kota Minamiboso, Prefektur Chiba.

Infrastruktur baru ini juga akan melengkapi dan memperkuat jaringan kabel bawah laut yang sudah ada seperti JUPITER, ADC, dan E2A.

Selain SoftBank dan Meta, proyek ini melibatkan IPS, TM Technology Services, dan PT XLSmart Telecom Sejahtera, dengan NEC sebagai penyedia teknologi. 

Ketua Komite Manajemen Candle, Don Pang (Meta), menilai proyek ini sebagai langkah penting memperkuat infrastruktur digital di Asia.

“Candle akan berkontribusi pada perluasan inklusi digital dan peluang ekonomi bagi lebih dari 500 juta orang di kawasan Asia,” ujarnya.

Diskusi publik mengenai proyek kabel bawah laut ini juga digelar oleh Kelompok Pencinta Jepang. Masyarakat dapat bergabung gratis dengan mengirimkan nama, alamat, dan nomor WhatsApp ke email: tkyjepang@gmail.com.

 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved