Konflik Palestina Vs Israel
Netanyahu Ditinggal Sekutu, Warga Global Ramai-Ramai Serukan Gelombang Boikot untuk Israel
PM Netanyahu makin terpojok di panggung internasional, kritik global kian keras menekan kebijakan Israel di tengah konflik dan isolasi diplomatik.
TRIBUNNEWS.COM – PM Israel Benjamin Netanyahu kian terpojok di panggung internasional, seiring meningkatnya kecaman dunia terhadap perang yang berkepanjangan yang dilakukan Pasukan militer Israel IDF di Gaza.
Banyak negara menilai tindakan militer Israel tidak lagi bisa dibenarkan, terutama setelah ribuan korban sipil di Gaza terus berjatuhan akibat serangan udara dan darat tentara IDF yang tak kunjung berhenti sejak 2023 silam.
Situasi memanas ketika penyelidikan independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina.
Temuan tersebut lantas menjadi titik balik dalam opini global, mendorong semakin banyak negara untuk mengambil sikap tegas terhadap Israel.
Tekanan Ekonomi dan Sanksi Internasional
Terbaru Uni Eropa, yang merupakan mitra dagang terbesar Israel, mengusulkan sanksi untuk menangguhkan sebagian perjanjian perdagangan bebas.
Beberapa negara Barat juga sudah menjatuhkan sanksi terhadap individu, organisasi, hingga pos-pos pemukim Israel di Tepi Barat.
Dampak ekonomi semakin jelas ketika dana kekayaan negara Norwegia terbesar di dunia mengumumkan proses penjualan atau divestasi sebagian portofolionya di Israel akibat memburuknya krisis kemanusiaan.
Embargo senjata sebagian maupun penuh juga diberlakukan oleh Perancis, Italia, Belanda, Spanyol, hingga Inggris.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan mengakui negaranya menghadapi “semacam isolasi” yang bisa berlangsung bertahun-tahun.
Meski efek dari sanksi ini belum dirasakan oleh ekonomi Israel, namun Netanyahu kini mulai kelimpungan mencari cara untuk menanggulangi bencana ini.
Baca juga: Donald Trump Ancam Tahan Dana Bencana Rp 31 Triliun bagi Negara Bagian yang Mendukung Boikot Israel
Termasuk memperkuat industri pertahanan dan mengurangi ketergantungan ekonomi pada perdagangan luar negeri.
Pukulan di Sektor Budaya dan Olahraga
Mengutip dari CNN International, kecaman tidak hanya datang dari jalur diplomasi, tetapi juga merambah dunia hiburan, seni, dan olahraga.
Sejumlah lembaga penyiaran di Eropa, termasuk Irlandia, Belanda, dan Spanyol, mengancam memboikot Eurovision 2026 bila Israel tetap diikutsertakan.
Festival musik di Belgia pun membatalkan konser yang dipimpin konduktor Israel Lahav Shani, dengan alasan ketidakjelasan sikapnya terhadap kebijakan Tel Aviv.
Di Hollywood, ribuan insan film termasuk Olivia Colman, Emma Stone, dan Andrew Garfield menolak bekerja sama dengan institusi perfilman Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Perdana-Menteri-Israel-Benjamin-Netanyahu-4534534353534.jpg)