Rabu, 3 Juni 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Israel Angkat David Zini Jadi Kepala Shin Bet, Gantikan Ronen Bar

David Zini menjadi kepala dinas dalam negeri Israel (Shin Bet) untuk menggantikan Ronen Bar yang mundur dari jabatan tersebut pada bulan Juni 2025.

Tayang:
Facebook GPO
ZINI DAN NETANYAHU - Foto diambil dari Facebook GPO, Rabu (1/10/2025). Jenderal David Zini (kiri) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dalam postingan pada 23 Mei 2025. Pada 30 September 2025, David Zini diangkat sebagai kepala dinas keamanan dalam negeri Israel (Shin Bet). 

Organisasi hak asasi manusia dan oposisi Israel menentang langkah tersebut, menganggapnya sebagai indikasi penyimpangan "anti-demokrasi" oleh pemerintah sayap kanan yang dipimpin oleh Netanyahu.

Pada bulan Maret, Netanyahu mengatakan ia telah memutuskan untuk memecat Ronen Bar karena "kurangnya kepercayaan" terhadapnya, dan pada bulan Juni Bar mengundurkan diri.

Baca juga: Bos Shin Bet Ronen Bar Mundur, Resmi Tinggalkan Jabatan pada 15 Juni 2025

Serangan Israel di Jalur Gaza

Israel masih melancarkan serangannya di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, menewaskan lebih dari 66.055 warga Palestina dan melukai sekitar 168.346 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, Minggu. 

Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kian memburuk, dengan 453 orang meninggal akibat kelaparan, termasuk 147 anak-anak.

Sejak Mei 2025, serangan Israel terhadap warga Palestina yang mencari bantuan menewaskan 2.566 orang dan melukai lebih dari 18.769 lainnya di Jalur Gaza, lapor Anadolu Agency.

Al Jazeera melaporkan hari ini, penghancuran tanpa henti oleh Israel di Gaza dan penargetan penduduk sipil Palestina masih berlanjut.

Sedikitnya 17 orang tewas dalam serangan sejak fajar.

Dua rudal menghantam Sekolah al-Falah pada hari ini, yang telah diubah menjadi tempat penampungan bagi ratusan pengungsi di lingkungan Zeitoun di timur Kota Gaza, tempat Israel memperluas invasi daratnya di samping pemboman udara besar-besaran. 

Israel menyalahkan Hamas atas kehancuran di Gaza sebagai dampak dari serangan Operasi Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, saat Hamas menewaskan ratusan warga Israel dan menyandera 250 orang. 

Saat ini, ada kurang lebih 20-50 sandera yang masih ditahan di Gaza.

Sementara itu, perundingan negosiasi antara Hamas dan Israel yang ditengahi oleh Qatar dan Mesir masih berjalan lambat.

Kabar terbaru, rencana gencatan senjata Amerika Serikat masih belum pasti untuk mengakhiri perang genosida selama dua tahun tersebut.

Sebuah melaporkan kepada Al Jazeera bahwa para pejabat dari Qatar, Mesir, dan Turki telah mengadakan pertemuan dengan delegasi negosiasi Hamas untuk membahas rencana Presiden AS Donald Trump.

Perdana Menteri Qatar sekaligus Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani berharap semua orang akan memandang inisiatif tersebut secara konstruktif, dan dapat mencapai tujuan utama untuk mengakhiri perang genosida tersebut.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved