Konflik Palestina Vs Israel
Pejabat Hamas: Kami Akan Hadapi Agresi Israel Jika Pertempuran Terjadi Lagi
Seorang pejabat senior Hamas memperingatkan bahwa kelompoknya siap menghadapi kembali agresi Israel jika pertempuran kembali pecah.
Kehadiran negara-negara Arab dan Islam dalam proses ini dianggap Hamas sebagai faktor yang bisa memperkuat posisi negosiasi, sekaligus membatasi ruang gerak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam melanjutkan agresi.
Warga Gaza Mulai Kembali, Tapi Kehidupan Masih Penuh Tantangan
Dengan berlakunya tahap pertama gencatan senjata pada Jumat siang, ribuan warga Palestina mulai kembali ke wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai militer Israel.
Mereka pulang ke utara Gaza, Khan Younis dan Jalur Gaza tengah, meskipun banyak dari mereka hanya menemukan reruntuhan dan tenda darurat sebagai pengganti rumah, dikutip dari Anadolu Ajansi.
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, dalam 24 jam terakhir lebih dari 5.000 misi penyelamatan dan bantuan telah dilakukan.
Termasuk evakuasi jenazah, pembersihan puing-puing dan pemulihan infrastruktur dasar.
Namun, semua itu dijalankan dengan sumber daya yang sangat minim akibat blokade Israel yang masih berlangsung, menghambat masuknya bahan bakar dan peralatan penting.
Pertukaran Tahanan
Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Presiden AS Donald Trump, otoritas Israel memulai persiapan untuk pertukaran tahanan skala besar dengan memindahkan ratusan warga Palestina ke dua fasilitas penahanan berbeda.
Operasi ini dilakukan menjelang jadwal pembebasan yang direncanakan dalam beberapa hari ke depan.
Menurut laporan media lokal, pada Sabtu (11/10), para tahanan yang akan dibebaskan dan dikembalikan ke Gaza atau dideportasi melalui perbatasan Rafah telah dipindahkan ke Penjara Ketziot di wilayah Negev, Israel selatan.
Sementara itu, mereka yang akan dikembalikan ke wilayah Tepi Barat yang diduduki dipindahkan ke Penjara Ofer, yang terletak di sebelah barat Ramallah.
Dinas Penjara Israel mengonfirmasi bahwa proses pemindahan telah selesai dilakukan.
Harian Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa operasi ini melibatkan ribuan petugas kepolisian penjara, yang mengawal puluhan konvoi dalam sistem pengamanan ketat.
Pembebasan tahanan Palestina diperkirakan akan dimulai pada hari Senin, setelah Israel memastikan seluruh tawanannya yang masih hidup telah dikembalikan oleh Hamas.
Berdasarkan isi kesepakatan, total 2.000 tahanan Palestina akan dibebaskan sebagai imbalan atas 48 sandera Israel, yang sebagian besar telah ditahan sejak perang meletus pada Oktober 2023.
Dari jumlah tersebut, 250 tahanan yang dibebaskan adalah mereka yang sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup, sementara sisanya, sekitar 1.700 orang, merupakan warga Gaza yang ditangkap selama operasi militer Israel di wilayah itu dalam dua tahun terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kehancuran-total-di-Jalur-Gaza-akibat-bombardemen-Israel.jpg)