Rocky Gerung: Etikabilitas Adalah Fondasi Moral Seorang Pemimpin
Rocky menantang peserta untuk menilai calon pemimpin muda Indonesia berdasarkan tiga kriteria: etikabilitas, intelektualitas, dan elektabilitas
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Etikabilitas merupakan fondasi moral paling penting bagi seorang pemimpin.
Hal itu ditegaskan oleh pemikir dan pengamat sosial-politik Rocky Gerung dalam diskusi terbuka bertajuk “Kapan Kita Seperti Jepang? Dari Bertanya Kapan ke Bertindak Bagaimana” yang digelar di Tokyo, 8 Oktober 2025.
Dalam forum yang dihadiri para mahasiswa Indonesia di Jepang itu, Rocky menantang peserta untuk menilai calon pemimpin muda Indonesia berdasarkan tiga kriteria: etikabilitas, intelektualitas, dan elektabilitas.
“Etikabilitas adalah fondasi moral paling penting, yaitu kemampuan calon pemimpin untuk mempraktikkan etika — jujur, tidak berbohong, dan tidak berbuat salah secara moral,” ujar Rocky.
Setelah lolos dari uji etikabilitas, lanjutnya, seorang pemimpin harus memiliki intelektualitas, yakni kemampuan berpikir logis, rasional, dan berani berdebat serta bernegosiasi di tingkat nasional maupun internasional dengan gagasan yang matang.
“Elektabilitas atau tingkat popularitas justru menjadi kriteria terakhir. Jika terlalu diutamakan, risikonya manipulatif dan tidak mencerminkan kapasitas moral maupun intelektual seorang pemimpin,” tambahnya.
Baca juga: Rocky Gerung soal Urgensi Pertemuan Prabowo-Jokowi: Apakah Jokowi Mulai Gelisah soal Gibran & Bobby?
Menuju Kemajuan Indonesia
Diskusi yang digagas oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang) bersama Komunitas Diskusi Akal Sehat Indonesia ini berlangsung di Kopi Kalyan Harajuku, Tokyo, pukul 20.00–22.00 waktu setempat.
Ketua PPI Jepang, Prima Gandhi, mengungkapkan bahwa acara tersebut disambut antusias oleh para mahasiswa dan profesional muda Indonesia yang berdomisili di Jepang.
“Forum ini menjadi wadah untuk beralih dari pertanyaan ‘kapan kita seperti Jepang?’ menjadi gerakan ‘bagaimana kita bisa seperti Jepang?’,” ujarnya kepada Tribunnews.com, Sabtu (11/10/2025).
Acara menghadirkan Rocky Gerung, Dikki Akhmar (Ketua Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia/APCASI), serta Prima Gandhi sendiri sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Salsabila sebagai moderator.
Lebih dari 40 peserta dari berbagai kampus seperti Tokyo University of Agriculture, University of Tokyo, Tokyo International University, Rikyo University, dan GRIPS, hadir dalam forum yang mengupas analisis geopolitik dan perspektif ekonomi-bisnis.
Dari Analisis hingga Aksi Nyata
Dalam sesi diskusi, para pembicara menyoroti pentingnya berpikir kritis, konsistensi kebijakan, serta etos kerja kolektif sebagai pilar perubahan bangsa.
Peserta diajak berpindah dari narasi “menunggu momentum” menjadi “menciptakan momentum” — mencari cara nyata untuk berkontribusi membangun Indonesia dari luar negeri.
Ketua Forum Diskusi Akal Sehat Indonesia, Dikki Akhmar, menekankan pentingnya pendekatan rasional dan berwawasan lingkungan dalam menciptakan model bisnis berkelanjutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ROCKYJEPANG1111.jpg)