Sabtu, 25 April 2026

Rusia Bungkam Soal Ekstradisi Assad setelah Perundingan Putin-Al Sharaa di Moskow

Rusia menolak berkomentar apakah masalah ekstradisi Bashar al Assad munculselama pembicaraan Putin dan Ahmed al Sharaa

Foto: Sergei Bobylev, RIA Novosti/Kremlin
PUTIN HADIRI RAPAT - Foto diambil dari Kantor Presiden Rusia, Sabtu (21/6/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam sidang pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg pada Jumat (20/6/2025). 

Pemerintah Suriah yang baru di bawah kepemimpinan Presiden Ahmed Al-Sharaa mengirim delegasi ke Rusia untuk memulai hubungan baru.

Pada tanggal 31 Juli 2025, Presiden Rusia Vladimir Putin menerima Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Sheibani di Kremlin, menandai perubahan hubungan bilateral antara kedua negara.

Putin menerima al-Shaibani dan delegasi pendampingnya di Ibu Kota Rusia, Moskow. 

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Sheibani dan Menteri Pertahanannya Murhaf Abu Qasra mengadakan pembicaraan dengan pejabat Rusia, menandai kunjungan resmi pertama pejabat Suriah ke Moskow sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad.

Kementerian Luar Negeri Suriah menggambarkan itu adalah pertemuan bersejarah antara Putin dan pejabat Suriah.

Asaad al-Shaibani menegaskan dimulainya fase baru pemahaman politik dan militer antara kedua negara, saling menghormati kedaulatan serta mendukung keutuhan wilayah.

Selama pertemuan tersebut, Putin menekankan posisi Rusia yang menolak intervensi Israel atau upaya untuk memecah belah Suriah dan menjanjikan peran Rusia untuk mendukung rekonstruksi dan pemulihan stabilitas di Suriah.

Assad Al-Shaibani mengatakan Suriah ingin memperbaiki hubungan dengan Rusia berdasarkan kepentingan rakyat Suriah dan membangun hubungan kemitraan yang adil dan seimbang, lapor Al Jazeera.

Baca juga: Suriah Siapkan Pemilu Parlemen Pertama Pasca Jatuhnya Rezim Assad, Digelar September Tahun Ini

Pertemuan Menteri Rusia dan Suriah

Sebelum bertemu Putin, Menteri Luar Negeri Suriah Assad Al-Shaibani bertemu pejabat tinggi Rusia, termasuk Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dan Menteri Pertahanan Andrei Belousov, untuk membahas ulang semua perjanjian lama dari masa rezim Bashar al-Assad.

Kedua negara sepakat membentuk komite untuk mengevaluasi kerja sama agar lebih mengutamakan rakyat Suriah.

Assad Al-Shaibani menegaskan hubungan baru ini dibangun atas dasar saling menghormati dan kedaulatan, bukan warisan masa lalu. 

Ia juga menyatakan Suriah tak bermusuhan dengan Israel, tapi menolak campur tangan asing.

Tentang konflik di Sweida, Suriah selatan (dekat Golan yang diduduki Israel), ia menyebut serangan Israel membuat tentara Suriah mundur dan memberi ruang bagi kelompok bersenjata asing untuk menghancurkan kedaulatan Suriah.

Sergey Lavrov menegaskan Rusia mendukung integritas wilayah Suriah, menolak intervensi asing, dan mendorong rekonstruksi serta keterlibatan semua kelompok, termasuk Kurdi, dalam pemerintahan.

Menutup pertemuan antara menteri tersebut, Sergey Lavrov mengatakan Rusia menantikan kedatangan Presiden Ahmed al-Shara di KTT Rusia-Arab pada Oktober mendatang.

Masa Lalu Hubungan Rusia dan Rezim al-Assad

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved