Tanda-tanda Israel Berambisi Dekati Indonesia
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu disebut ingin normalisasi hubungan dengan Indonesia dan Arab Saudi.
“Sementara Indonesia, negara berpenduduk maypritas Muslim terbesar di dunia, secara luas dianggap kekuatan ekonomi yang sedang berkembang,” tambahnya.
Arab Saudi Tegas Menolak, Indonesia dengan Syarat?
Pada Februari lalu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan mereka tak akan menormalisasi hubungan dengan Israel tanpa pembentukan negara Palestina.
Pidato Prabowo di Markas PBB New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025) lalu sempat jadi sorotan soal Israel.
Prabowo membuka opsi akan mengakui Israel jika Israel mengakui Palestina sebagai sebuah negara berdaulat.
"Kita harus menjamin status kenegaraan Palestina. Namun, Indonesia juga siap menyatakan, saat Israel mengakui kemerdekaan dan status kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Israel, dan kami akan mendukung seluruh jaminan atas keamanan Israel," kata Prabowo seperti dikutip dari Antara.
Pada Jumat (17/10/2025) Presiden AS Donald Trump mengungkapkan harapannya ada lebih banyak negara yang ikut Abraham Accord, menormalisasi hubungan dengan Israel.
Ia dengan tegas mengatakan Arab Saudi sebagai negara yang paling diinginkannya.
“Saya harap bisa melihat Arab Saudi bergabung, dan saya berharap bisa melihat yang lainnya juga. Saya pikir jika Arab Saudi ikut, yang lainnya juga,” kata Trump.
Pada 2020, Trump menjadi penengah kesepakatan normalisasi Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain.
Maroko dan Sudan kemudian mengikuti dengan kesepakatan yang sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BALIHO-PRABOWO-DI-ISRAEL-F.jpg)