Sabtu, 25 April 2026

Daftar 6 Pencurian Dramatis di Museum Louvre: Mahkota Berlian Raib, Mona Lisa Hilang Digondol Maling

Museum Louvre kembali diguncang pencurian, dari hilangnya Mona Lisa hingga mahkota berlian menandai rapuhnya keamanan museum tersohor dunia

Foto oleh Eric TERRADE di Unsplash
LUKISAN MONA LISA - Museum Louvre kembali diguncang pencurian, dari hilangnya Mona Lisa hingga mahkota berlian menandai rapuhnya keamanan museum tersohor dunia. 
Ringkasan Berita:
  • Sejak kasus hilangnya Mona Lisa tahun 1911 hingga penjarahan oleh Nazi pada masa Perang Dunia II, Louvre menyimpan banyak kisah pencurian bersejarah.
  • Aksi pencurian terus berulang meski keamanan diperketat, berbagai barang berharga seperti perhiasan kuno, pedang permata, dan lukisan terkenal karya Renoir serta Corot berhasil dicuri.
  • Perampokan mahkota bertatahkan 1.354 berlian di Galeri Apollo menunjukkan bahwa bahkan museum paling terkenal di dunia pun belum benar-benar aman dari pencuri.

TRIBUNNEWS.COM - Museum Louvre, museum seni terbesar di Paris, Prancis kembali diguncang peristiwa dramatis, Minggu (19/10/2025).

Dalam waktu kurang dari empat menit, komplotan pencuri bersenjata membobol Galeri Apollo dan membawa kabur delapan barang antik bernilai sejarah tinggi.

Termasuk mahkota mewah era Napoleon yang bertatahkan 1.354 berlian dan 56 zamrud.

Para pelaku diketahui masuk melalui fasad menghadap Sungai Seine, memecah kaca jendela, lalu menyelinap ke ruang pameran utama.

Dalam waktu singkat, mereka mengambil delapan perhiasan bersejarah, termasuk tiara Ratu Marie-Amelie, kalung safir milik Ratu Hortense, serta bros relikui milik Permaisuri Eugénie, istri Napoleon III.

Namun, ketika para pencuri kabur, salah satu barang berharga mahkota Permaisuri Eugénie terjatuh di luar dinding museum dan berhasil ditemukan oleh pihak keamanan. Mahkota itu kini rusak akibat benturan saat jatuh dari ketinggian.

Kasus perampokan ini menambah daftar panjang sejarah pencurian di Museum Louvre salah satu tempat paling dijaga di dunia.

 6 Pencurian Dramatis di Museum Louvre

Berikut adalah beberapa kasus pencurian yang sebelumnya pernah terjadi di Museum Louvre, sebagaimana dikutip dari National Geographic.

1. Pencurian Mona Lisa – 11 Agustus 1911

Insiden paling terkenal terjadi pada pagi hari tanggal 11 Agustus 1911.

Lukisan “Mona Lisa” karya Leonardo da Vinci dicuri oleh seorang mantan pegawai, Vincenzo Peruggia,  seorang pekerja asal Italia.

Vincenzo Peruggia pernah bekerja untuk museum dan mengenakan seragam pekerja untuk masuk tanpa dicurigai.

Baca juga: Kronologi Perampokan Besar-besaran di Museum Louvre Paris, Mahkota Ratu dan Kalung Zamrud Hilang

Menurut laporan media lokal, lukisan tersebut dibiarkan hilang selama lebih dari 24 jam sampai akhirnya penjarahan terungkap.

Peruggia diketahui menyembunyikan lukisan itu di apartemennya di Paris sebelum mencoba menjualnya ke Italia pada tahun 1913.

Kelihaian Peruggia dalam menjual lukisan curian tampaknya tidak sebaik keterampilannya dalam mengambil benda itu secara diam-diam dari Louvre.

Ia menghubungi pembeli yang salah pada Desember 1913. Akibatnya, dengan menggunakan nama samaran Leonard pun tidak bisa menolongnya dari jeratan hukum.

Ia berkirim surel ke Alfredo Geri dari dealer seni Kota Florentine, Italia, dan mengaku sebagai pencuri sekaligus penyimpan lukisan Mona Lisa.

Geri menyatakan ingin memeriksa barang dagangan itu dan meminta Peruggia datang ke Kota Florence. Dia datang di hari yang ditentukan bersama Direktur Galeri Uffizi, Giovanni Poggi.

Setelah memeriksa benda berharga tersebut, mereka pura-pura setuju untuk membelinya senilai 500.000 lira. Padahal, mereka segera melaporkannya pada kepolisian.

Pencurian ini dianggap sebagai salah satu kasus seni paling terkenal di abad ke 20 dan ironisnya, membuat Mona Lisa menjadi ikon global yang jauh lebih dikenal setelahnya.

2. Penjarahan oleh Nazi selama Perang Dunia II – 1940 an

Selama pendudukan Nazi Jerman di Prancis (dimulai 1940), Louvre menghadapi ancaman besar terhadap koleksinya.

Direktur museum saat itu, Jacques Jaujard, berusaha menyelamatkan banyak karya seni dengan memindahkan ribuan peti kayu berisi artefak ke pedesaan sebelum Paris jatuh.

Meski begitu, sebagian karya seni tetap dijarah oleh pihak Nazi yang dipimpin rezim Adolf Hitler, termasuk koleksi pribadi warga Yahudi dan bangsawan Prancis serta karya-karya besar dan barang-barang milik warga Prancis.

Kasus ini menegaskan bahwa Louvre tak hanya rentan terhadap pencurian spektakuler, tetapi juga terhadap konflik berskala besar yang melibatkan penjarahan massal dalam sejarah.

3. Serangkaian Pencurian Perhiasan dan Lukisan – 1966

Menurut National Geographic, pada tahun 1966 terjadi pencurian perhiasan antik dari Louvre.

Pencurian bermula ketika pada tahun tersebut, beberapa perhiasan antik berharga milik koleksi kerajaan Prancis dikirim kembali ke Paris usai dipinjamkan ke sebuah museum di Virginia, Amerika Serikat, untuk keperluan pameran.

Namun, di tengah proses pengiriman kembali ke Louvre, artefak-artefak tersebut hilang secara misterius.

Kecurigaan awal mengarah pada pihak pengangkut atau perantara logistik seni, mengingat karya tersebut seharusnya berada di bawah pengawasan ketat selama perjalanan trans-Atlantik.

Pihak museum dan kepolisian internasional segera melancarkan penyelidikan lintas negara, melibatkan Interpol dan FBI, karena perhiasan tersebut bernilai sejarah tinggi dan merupakan bagian dari koleksi era Napoleon serta dinasti kerajaan Prancis

Kasus ini mengilustrasikan bahwa koleksi yang dipinjamkan atau dipindahkan tetap menghadapi risiko tinggi tak hanya karya yang dipajang secara permanen.

4. Pencurian Lukisan Flemish dan Pedang Permata – Januari hingga Desember 1976

Selanjutnya ada dua peristiwa pencurian yang terjadi di Museum Louvre pada tahun 1976 menjadi bukti nyata bahwa bahkan setelah Perang Dunia II, keamanan di museum terbesar dan paling terkenal di dunia ini masih rapuh.

Menurut laporan National Geographic, dua kejadian tersebut menyasar pencurian lukisan Flemish pada Januari dan pedang berhias permata milik Raja Charles X pada Desember

Pada Januari 1976, Louvre kehilangan satu lukisan Flemish dari ruang pameran bersejarahnya.

Lukisan bergaya Flemish Baroque tersebut, yang berasal dari abad ke-17, hilang tanpa meninggalkan jejak tanpa kerusakan pada bingkai atau kaca pelindung.

Seorang pria bertopeng berhasil masuk ke area museum melalui perancah di lantai dua yang digunakan untuk pekerjaan restorasi.

Dengan cara yang nekat namun efisien, ia mencuri pedang berhias permata milik Raja Charles X, salah satu artefak kerajaan paling berharga di koleksi Louvre.

5. Pencurian Lukisan Kecil Karya Pierre-Auguste Renoir & Perhiasan Romawi

Pada tahun 1990, Museum Louvre kembali diguncang setelah sebuah lukisan kecil karya Pierre-Auguste Renoir hilang di siang bolong.

Menurut laporan National Geographic, pelaku memotong lukisan tersebut langsung dari bingkainya tanpa menimbulkan suara atau kecurigaan, lalu melarikan diri di tengah keramaian pengunjung.

Lukisan Renoir yang dicuri berukuran kecil justru karena ukurannya itulah pencuri dapat dengan mudah menyembunyikannya. 

Namun, kasus ini tidak berhenti di sana. Dalam waktu hampir bersamaan, Louvre juga kehilangan 12 perhiasan Romawi kuno dan beberapa lukisan lain yang diduga diambil oleh komplotan yang sama.

Pihak keamanan sempat kebingungan karena tidak ada rekaman CCTV yang jelas teknologi kamera pengawas pada waktu itu masih terbatas dan tidak terpasang di seluruh galeri.

Investigasi besar-besaran dilakukan oleh polisi Prancis dan Interpol, namun tidak satupun dari karya yang hilang berhasil ditemukan hingga kini.

Kasus ini menyoroti fakta bahwa karya kecil dan artefak bersejarah justru lebih mudah dicuri dibandingkan karya besar yang menjadi sorotan publik. 

Selain itu, pencurian ini memperlihatkan bahwa kejahatan seni tidak selalu didorong oleh nilai finansial semata, melainkan oleh obsesi kolektor gelap terhadap benda-benda langka yang sulit ditemukan di pasar resmi

6. Pencurian Lukisan “Le Chemin de Sèvres” Karya Jean-Baptiste Camille Corot – 1998

Delapan tahun setelah kasus Renoir, Louvre kembali kecolongan dalam peristiwa yang disebut banyak pihak sebagai salah satu pencurian paling memalukan dalam sejarah modern museum itu.

Pada 3 Mei 1998, lukisan “Le Chemin de Sèvres” (Jalan Menuju Sèvres) karya pelukis kenamaan Prancis Jean-Baptiste Camille Corot raib dari ruang pameran.

Yang mengejutkan, pencurian ini terjadi saat museum tengah dipadati pengunjung. 

Pelaku diketahui membuka kaca pelindung dan memotong lukisan dari bingkainya melalui bagian belakang, lalu keluar tanpa menimbulkan kepanikan.

Petugas baru menyadari kehilangan itu beberapa jam kemudian, ketika galeri hendak ditutup untuk pembersihan malam hari.

Lukisan yang dibuat antara tahun 1858–1859 itu memiliki nilai sejarah tinggi, karena menggambarkan lanskap Prancis dengan gaya realisme khas Corot. 

Hingga kini, lukisan tersebut belum pernah ditemukan, dan penyelidikan Interpol masih terbuka meski sudah puluhan tahun berlalu.

Kasus ini dianggap pukulan telak bagi kredibilitas keamanan Louvre, sebab pencurian terjadi setelah pihak museum mengklaim telah meningkatkan sistem keamanan pasca insiden-insiden di dekade sebelumnya.

Bagi dunia seni, peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa tidak ada institusi yang benar-benar aman dari ancaman pencurian, sekalipun itu museum paling terkenal di dunia.

(Tribunnews.com / Namira)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved