Venezuela Siap Tembak 5 Ribu Rudal Buatan Rusia ke AS, Pukul Mundur Pasukan Trump dari Karibia
Venezuela siagakan 5.000 rudal buatan Rusia untuk hadapi ancaman AS di Karibia. Maduro tegaskan, langkah ini demi pertahanan kedaulatan nasional
Ringkasan Berita:
- Presiden Venezuela Nicolás Maduro menyatakan negaranya siap meluncurkan 5.000 rudal darat-ke-udara Igla-S buatan Rusia untuk mempertahankan kedaulatan nasional dari potensi ancaman militer AS
- Rudal Igla-S, berkecepatan Mach 1,7 dan jangkauan 6 km, menjadi tulang punggung sistem pertahanan udara Venezuela.
- Ketegangan ini dikhawatirkan memicu konflik militer terbuka dan gejolak harga minyak global.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, mengumumkan bahwa negaranya siap menembakkan 5.000 rudal darat-ke-udara buatan Rusia untuk menghadapi potensi ancaman militer dari Amerika Serikat (AS).
Pernyataan ini dilontarkan Presiden Maduro dalam pidato yang disiarkan secara nasional bersama petinggi militer di Caracas, pada Rabu (22/10/2025).
Dalam keterangan resminya Maduro menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pertahanan nasional untuk menjaga kedaulatan Venezuela di tengah meningkatnya tekanan dari Washington.
“Kami memiliki tidak kurang dari 5.000 rudal pertahanan udara Igla-S buatan Rusia, ditempatkan di titik-titik strategis untuk memastikan perdamaian dan keamanan negara,” ujar Maduro.
Rudal Rusia Jadi “Perisai” Venezuela
Mengutip Firstpost, rudal buatan Rusia yang dimaksud adalah rudal Igla-S, sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) dengan jangkauan hingga 6 kilometer.
Rudal Igla-S, atau dikenal dengan kode NATO SA-24 Grinch, merupakan sistem rudal darat-ke-udara portabel (MANPADS) yang dirancang untuk menembak jatuh pesawat, helikopter, dan drone di ketinggian rendah.
Senjata ini dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Rusia KBM (Kolomna Machine-Building Design Bureau) dan mulai digunakan secara resmi oleh militer Rusia pada awal tahun 2000-an.
Senjata tersebut dikenal efektif melawan pesawat dan helikopter di ketinggian rendah hingga menengah.
Dalam keterangan yang dikutip dari sumber militer, Igla-S memiliki panjang 1,57 meter dengan berat total sekitar 17 kilogram, termasuk peluncur.
Sistem ini dirancang agar dapat dioperasikan oleh satu orang prajurit, memungkinkan pasukan bergerak cepat dalam kondisi tempur.
Rudal itu diklaim dapat diluncurkan dari bahu (shoulder-fired) atau dipasang pada kendaraan tempur ringan dan helikopter.
Baca juga: Trump Gempur Kapal di Lepas Pantai Venezuela, 27 Tewas, Caracas Kecam Tindakan Terorisme Negara
Kecepatannya mencapai Mach 1,7, atau sekitar 2.000 kilometer per jam, menjadikannya salah satu rudal portabel tercepat di kelasnya.
Keunggulan utama sistem ini terletak pada sensor inframerah ganda (dual infrared seeker) yang dapat mendeteksi panas mesin pesawat dengan presisi tinggi, bahkan pada kondisi gangguan optik atau flare yang biasanya digunakan untuk mengelabui rudal.
Selain itu, sistemnya dilengkapi dengan mekanisme identifikasi kawan atau lawan (IFF) yang mengurangi risiko salah tembak terhadap pesawat sekutu.
Venezuela diketahui telah membeli ratusan senjata pertahanan dari Rusia sejak tahun 2005.
