Royal Family
Raja Charles III Cabut Semua Gelar Pangeran Andrew dan Usir dari Istana, Inggris Geger
Raja Charles III mencabut semua gelar kerajaan Pangeran Andrew dan mengusirnya dari istana, buntut skandal Jeffrey Epstein.
Meski kehilangan seluruh gelarnya, Andrew tetap berada di urutan kedelapan pewaris takhta.
Status itu bisa dicabut melalui undang-undang, yang memerlukan persetujuan dari negara-negara Persemakmuran.
NPR melaporkan bahwa Andrew akan pindah ke rumah pribadi di Sandringham, dengan biaya ditanggung langsung oleh Raja Charles.
Langkah ini disebut-sebut sebagai kejatuhan paling besar dalam sejarah keluarga kerajaan sejak Raja Edward VIII turun takhta pada 1936 untuk menikahi sosialita Amerika, Wallis Simpson.
Kini, Andrew yang dulu dikenal sebagai “anak kesayangan Ratu Elizabeth II” resmi menjadi warga kerajaan tanpa gelar — dan simbol dari era lama yang berakhir dengan aib.
Skandal Kejahatan Seksual Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein adalah seorang finansier kaya asal Amerika Serikat yang terlibat dalam skandal perdagangan seks anak di bawah umur yang mengguncang dunia pada akhir 2010-an.
Ia dikenal memiliki jaringan luas dengan para tokoh elit dunia, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump, Bill Clinton, Pangeran Andrew dari Inggris, dan sejumlah pengusaha serta ilmuwan terkenal.
Epstein pertama kali diselidiki pada tahun 2005 setelah seorang ibu di Florida melapor bahwa putrinya yang berusia 14 tahun dilecehkan oleh Epstein di rumahnya di Palm Beach.
Penyelidikan mengungkap bahwa Epstein secara sistematis merekrut dan mempekerjakan gadis remaja untuk melakukan “pijat” yang kemudian berubah menjadi tindakan seksual, dengan imbalan uang tunai.
Pada tahun 2008, Epstein mengaku bersalah atas tuduhan ringan “pelacuran dengan anak di bawah umur” di Florida, tetapi hanya menjalani 13 bulan penjara dalam kesepakatan kontroversial yang disebut “sweetheart deal” — perjanjian rahasia dengan jaksa federal yang kelak dikecam publik karena terlalu lunak.
Baca juga: Pangeran Andrew Resmi Lepas Gelar Duke of York, Akui Tuduhan Jeffrey Epstein Rusak Nama Baiknya
Kasus ini kembali mencuat pada 2018–2019 setelah investigasi Miami Herald membuka kembali bukti-bukti lama dan kesaksian korban.
Epstein akhirnya ditangkap pada Juli 2019 atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur di New York dan Florida.
Sebulan kemudian, pada 10 Agustus 2019, Epstein ditemukan tewas gantung diri di sel tahanan Metropolitan Correctional Center, New York, sebelum sempat diadili.
Kematian itu menimbulkan teori konspirasi luas, karena banyak yang mencurigai ia dibunuh untuk menutupi keterlibatan tokoh-tokoh berpengaruh.
Skandal Epstein menguak jaringan eksploitasi seksual kelas elit global dan melibatkan tokoh-tokoh seperti Ghislaine Maxwell, mantan kekasih Epstein, yang kemudian dihukum 20 tahun penjara pada 2022 karena membantu Epstein merekrut dan memanipulasi para korban.
Kasus ini juga menghantam reputasi Pangeran Andrew, yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap Virginia Giuffre, salah satu korban Epstein, ketika ia masih remaja.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KOLASE-ROYAL-FAMILY.jpg)